PRESIDEN JOKO WIDODO, USIR FREEPORT SEKARANG JUGA !

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


PRESIDEN JOKO WIDODO, USIR FREEPORT SEKARANG JUGA !
Bapak Presiden Yang Terhormat, Freeport McMoran Copper & Gold Inc (FCX)-Amerika, Induk PT. Freeport Indonesia TIDAK MENGHORMATI KEDAULATAN INDONESIA dalam penguasaan dan pengelolaan Sumber Daya Alam. Sikap itu terlihat jelas dengan KETIDAKTAATAN dan KEPATUTAN pada Konstitusi Indonesia (UUD 1945, Pasal 33) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia terkait pengelolaan Sumber Daya Mineral dan Batubara (UU NO 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, PP NO 1 Tahun 2017 tentang perubahan keempat atas peraturan pemerintah nomor 23 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara , Permen ESDM No 5 Tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral di Dalam Negeri dan Permen ESDM No 6 Tahun 2017 Tentang Tata Cara dan Persyaratan Pemberian rekomendasi pelaksanaanpenjualan mineral ke luar negeri hasil pengolahan dan pemurnian).

Bagi Freeport McMoran Copper & Gold Inc (FCX)-Amerika, segala upaya dilakukan termasuk ancaman kepada Pemerintah Indonesia dan memecah-belah rakyat Papua dengan tujuan untuk tetap melanjutkan aksi penjarahan dan perampokan emas dan tembaga di Pegunungan Nemangkawi, Tanah Keramat Nenek Moyongku di Bumi Papua; Ia tak peduli nasib pemilik hak ulayat dan rakyat Papua, Tak peduli Indonesia berdaulat atau tidak, Yang penting baginya adalah mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari hasil pengerukkan dan penjarahan perut ibu bumi Papua.

Selama 50 Tahun (1967-2017) sejak Freeport beroperasi hingga kini, kita telah bertekuk lutut dan tunduk di hadapan Freeport McMoran dan membiarkannya menjarah 135.000 ton emas dan tembaga perhari dan dibawa ke luar dari pelabuhan Amamapare - Papua ke berbagai negara seperti India, China, Jepang, Korea Selatan, Prancis, Kanada dan Amerika.

Dari hasil penjarahan dan pengerukkan itu, Freeport McMoran Copper & Gold Inc (FCX) telah mendapatkan keuntungan Triliunan Dolar Amerika atau setara dengan setengah dari APBN Indonesia. Sementara itu, gaji dan tunjungan yang diperoleh Pimpinan Dewan Pembina dan Presedent Diretur/CEO Freeport McMoran Copper & Gold Inc (FCX), James Robert Moffett dan Richard Cart Adkerson masing-masing sebesar 785 Milyard Rupiah pertahun; Karena itu tidak salah, jika Majalah Times Asia menobatkan CEO Freeport McMoran Richard C. Adkerson sebagai raja tembaga di dunia.

Sementara itu, kami, rakyat Papua pemilik emas dan tembaga telah menjadi korban kekejaman Freeport Indonesia dan Negara selama 5 dekade; Kami hidup melarat karena hutan sagu sumber pangan kami telah dihancurkan oleh limbah tambang Freeport Indonesia. Hak atas pengelolaan sumber daya alam dan kebebasan berekspresi kami dibatasi oleh aparat negara yang digaji oleh Freeport Indonesia dan Pajak Rakyat.
Kami tidak menikmati dan merasakan hasil penambangan emas dan tembaga serta sumber daya lainnya; Kungkungan kemiskinan dan ketimpangan sosial merajalelah di Bumi Papua; Menurut data Badan Pusat Statistik (September 2016), sebaran penduduk miskin di Indonesia berdasarkan Provinsi, Papua menempati urutan pertama jumlah penduduk miskin terbanyak di Indonesia sebanyak 914.48 ribu jiwa atau 28.48%. Sementara itu, Provinsi Papua Barat menempati urutan kedua dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 223.60 ribu jiwa atau 24.88 %; Selain itu, pengembangan sumber daya manusia juga terhambat di bumi Papua, hal itu terlihat dengan Indeks pembangunan manusia (IPM) Provinsi Papua dan Papua Barat menempati ututan terendah di Indonesia (Papua, 57,25 dan Papua barat, 61,73/ september 2015).

Keberadaan Freeport Indonesia selama 50 Tahun di Papua tidak membawa keuntungan bagi pemilik hak ulayat, Rakyat Papua dan Indonesia; Keuntungan dan manfaat hanya dirasakan dan dinikmati oleh Orang Arizona, Warga Negara Amerika Serikat; Freeport Indonesia hanya membawa derita dan air mata bagi kami; Selain itu, Freeport juga tidak menunjukan sikap yang baik dan menolak tunduk pada peraturan di Indonesia, serta mengorbankan karyawannya hanya karena tidak ingin membangun Pabrik pengolahan dan pemurnian di Papua dan atau di Gresik.
Bapak Presiden Yang Terhormat, Jika kita membiarkan Indonesia ini dikuasai oleh segelintir orang berduit dan negeri ku Papua seenaknya dipatok dan diambil koorporasi Asing dan Nasional, maka saya percaya bahwa Indonesia merdeka 100 persen yang dicita-citakan Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia, kedaulatan dan kemandirian ekonomi yang diimpikan bung Karno-Hatta serta keadilan sosial bagi seleuruh rakyat Indonesia yang termaktub dalam Pancasila tidak akan pernah terwujud.
Mencermati ketimpangan sosial di Papua dan ketidak-taatannya terhadap peraturan dan keberaadaannya tidak membawa manfaat bagi pemilik hak ulayat, rakyat Papua dan Indonesia, karena itu, saya mengajak kepada anda untuk mendesak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia untuk:

  1. Mengusir Freeport McMoran Copper & Gold Inc (FCX) sekarang juga dan negara mengambilalih (mengasionalisasi) Perusahaan Freeport Indonesia dengan tetap mempertahankan karyawan yang berada saat ini. 
  2. Mengakomodir hak kepemilikan saham bagi pemilik hak Ulayat dan Rakyat Papua dalam Peraturan Pemerintah.
  3. Mencabut surat persetujuan Menteri ESDM No 352/30/DJB/2017 yang mengizinkan Freeport mengekspor konsentrat hingga smelter benar-benar dibangun di Papua
  4. Menuntut kepada Freeport untuk membayar hak ulayat Masyarakat adat sesuai dengan pedoman statuta Dewan Adat Papua dan perundangan-undangan yang berlaku.
  5. Menuntut kepada Freeport untuk membayar ganti rugi kerusakan lingkungan hidup di dataran rendah Mimika Papua
  6. Pemerintah dan perusahaan wajib memberikan beasiswa penuh bagi Pelajar dan Mahasiswa Papua dan wajib membangun asrama Mahasiswa di dalam dan di Luar Negeri
  7. Mengelolah Tambang Emas dan Tembaga di Papua yang berkeadilan demi kemakmuran dan kesejahteraan bagi Rakyat.

Elramos Petege, Putra Papua, memilik hak ulayat di Blok, A, B, C, dan D yang dirampok Freeport Indonesia.

 



Hari ini: RAMOSTA mengandalkanmu

RAMOSTA PAPUA membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "PRESIDEN JOKO WIDODO, USIR FREEPORT SEKARANG JUGA !". Bergabunglah dengan RAMOSTA dan 38 pendukung lainnya hari ini.