Saya mendukung adanya Deklarasi Perdamaian Dunia dan Penghentian Perang

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Kepada,
Yang Mulia
Presiden Republik Indonesia

Salam damai sejahtera,
Saya seorang warga negara Indonesia yang mencintai Indonesia. Pertama-tama saya ingin menyampaikan bahwa adalah sesuatu yang sangat istimewa untuk mengirimkan surat kepada Bapak Presiden. Selama sepuluh tahun terakhir, siapapun yang bertanya kepada saya seperti apa Indonesia itu, saya dapat menjawab bahwa Indonesia adalah salah satu negara paling damai di dunia. Secara Indonesia adalah negara dengan beragam suku, budaya, agama, dan bahasa.

Meskipun perbedaan mungkin tetap ada di bangsa ini, tetapi Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah pemersatu dan panduan kehidupan di Indonesia. Pancasila mengarahkan bangsa kita menjadi bangsa yang harmonis, dan saya sangat bangga menjadi orang Indonesia.

Namun, ancaman terbesar bangsa Indonesia adalah perpecahan yang mungkin datang dan muncul baik dari dalam maupun dari luar. Hal ini mendorong kami untuk memperkuat solidaritas antar sesama pecinta damai di dalam dan di luar negeri. Lebih lanjut kami ingin mewujudkan dan menginternalisasi nilai-nilai dari Deklarasi Perdamaian dan Penghentian Perang (DPCW) yang diproklamirkan oleh HWPL. Saya yakin ini adalah satu-satunya cara untuk terus menjaga perdamaian dan harmoni di Indonesia.

HWPL (Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light) adalah organisasi non-pemerintah dan nirlaba yang berhubungan dengan Departemen Informasi Publik Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN DPI United Nation Department Public Information). HWPL telah berupaya untuk mengakhiri semua konflik bersenjata dan untuk membawa perdamaian dunia dengan 170 cabang. Bersama dengan International Peace Youth Group (IPYG, 632 cabang di 101 negara) dan International Women's Peace Group (IWPG, 173 cabang di 35 negara), HWPL memimpin dalam menciptakan dunia yang damai dengan meluncurkan gerakan di seluruh dunia yang melampaui kewarganegaraan, ras, agama dan budaya, dan oleh media dan pendidikan perdamaian. Pada tanggal 14 Maret 2016, HWPL telah berhasil menyelenggarakan Upacara Proklamasi Deklarasi Perdamaian dan Penghentian Perang (DPCW Declaration of Peace Cessation of War) yang dirancang oleh para ahli hukum internasional.

HWPL adalah organisasi non profit dimana beberapa tokoh dari berbagai negara seperti: presiden aktif, mantan presiden, perdana menteri aktif, mantan perdana menteri, tokoh hukum, tokoh politik, walikota, gubernur, pemimpin organisasi masyarakat, pemimpin organisasi kepemudaan, pemimpin organisasi wanita, pemimpin tokoh agama, media, tokoh masyarakat lainnya di berbagai belahan dunia bekerja bersama-sama dengan HWPL untuk mencapai perdamaian dunia. Mereka semua adalah volunteer yang memiliki tujuan sama yaitu menghilangkan akar dari semua perang dan konflik bersenjata.

Mengapa saya mendukung HWPL? HWPL telah mencanangkan cara-cara praktis untuk membawa perdamaian ke dalam dunia, yaitu melalui DPCW. Poin-poin penting yang terangkum dalam DPCW - yang terdiri dari mukadimah dan 10 artikel serta 38 klausal - antara lain: larangan ancaman atau penggunaan kekuatan militer, mengubah fasilitas produksi senjata menjadi alat produksi sipil, penghancuran senjata pemusnah massal, pengembangan hubungan persahabatan antar negara, dan larangan tindakan agresi antar negara. Nilai-nilai DPCW juga berisi rincian tentang penyelesaian konflik karena agama dan perlunya memastikan kebebasan beragama. Saya percaya bahwa hal ini adalah solusi dari apa yang kita bersama-sama khawatirkan yang bisa berdampak pada bangsa dan negara kita.

Saat ini kedamaian belum bisa tercapai karena pasal ketujuh Piagam PBB berbunyi “Action with respect to Threats to the Peace, Breaches of the Peace, and Acts of Aggresion” yang memiliki makna bahwa suatu elemen bangsa diizinkan untuk mengangkat senjata demi mempertahankan eksistensi etnis dan budaya mereka. Padahal untuk mencapai perdamaian dunia, tindakan mengerahkan kekuatan militer dalam bentuk apapun tidak boleh terjadi.

Sebagai warga negara Indonesia, saya memiliki kewajiban untuk melindungi negara ini. DPCW adalah sarana bagi saya untuk memenuhi tugas saya, dan saya akan mendukungnya sepenuh hati sehingga dapat menjadi dokumen yang mengikat secara hukum di PBB, yang nantinya juga akan berdampak positif bagi Indonesia.

Yang mulia, Presiden Republik Indonesia, saya berharap banyak perhatian Anda pada upaya HWPL yang memberikan kami harapan untuk mencapai perdamaian dengan tangan kami sendiri di negara ini di masa yang akan datang. Dan ketika DPCW muncul sebagai dokumen yang mengikat secara hukum, saya berharap Yang Mulia mewakili Indonesia sebagai presiden kami secara aktif untuk mendukung DPCW di PBB. DPCW adalah jawaban untuk mengakhiri perang dan mencapai perdamaian tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia.

Yang Mulia Presiden Republik Indonesia, saya mohon bantuannya. Saya sangat menghargai waktu Anda dan saya selalu berterima kasih atas kemurahan hati dan kerja keras Anda untuk Indonesia.

Jayalah Indonesia dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.

 


Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat di:

Website: http://hwpl.kr/en/whoweare/hwpl

Facebook: https://web.facebook.com/hwpl.kr/?_rdc=1&_rdr

Media: http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/read/2018/09/20/359811/dpd_ri_dukung_perdamaian_dunia/