Bubarkan Banser

0 telah menandatangani. Mari kita ke 25.000.


Setelah berkali2 membubarkan banyak pengajian Islam dan mempersekusi para ustadz mulai dari Gus Nur hingga Ustadz Abdul Somad, setelah merasa jijik dengan ormas Islam bahkan mengucapkan Islam taik kepada FPI, kini Banser secara atraktif di hari santri, membakar bendera tauhid, bendera berlafazh _Lailaha illallah Muhammadur Rasulullah_ bendera yang mengikat hati kaum muslimin di seluruh dunia, bendera Rasulullah yang dalam doa kamilin setelah tarawih selalu kita baca _wa tahta liwai sayyidina muhammadin shallallahu alaihi wa sallama yaumal qiyamati saairiin_, Ya Allah jadikanlah kami berjalan bersama orang-orang yang berjalan di bawah bendera Rasulullah pada hari kiamat, ya kami tidak rela dan tidak bisa menerima tindakan membakar bendera tauhid yang harus kami junjung tinggi. Bahkan Rasulullah menyebut bahwa jihad fi sabilillah adalah berperang agar kalimat Allah itu berkibar tinggi. Kalimat tauhid itulah bendera Laskar Hizbullah yang berjuang di Surabaya bersama laskar2 yang lain melaksanakan Resolusi jihad yg seharusnya dimuliakan pada hari santri. Bukan dibakar dan dihinakan. Oleh karena itu, dengan sikapnya yang gegabah dan tidak mau tahu tentang kalimat tauhid dalam aqidah, dalam Al Quran dan Sunnah, bahkan dalam sejarah kemerdekaan bangsa dari penjajah kafir Inggris ...maka sudah selayaknya Banser dibubarkan, para pemimpinnya ditangkap dan dihukum, dan para anggotanya dibina oleh ormas Islam lainnya.



Hari ini: Yusron Kholidi Research Centre mengandalkanmu

Yusron Kholidi Research Centre membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Presiden Joko Widodo: Bubarkan Banser". Bergabunglah dengan Yusron Kholidi Research Centre dan 18.117 pendukung lainnya hari ini.