Hentikan Aksi Papua Merdeka

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Setelah ujaran bertendensi Rasialis di Surabaya, hari berikutnya di Manokwari, disusul Sorong dan Fak Fak, telah terjadi aksi sebagai respon atas ujaran rasialis terhadap warga Papua. Aksi tersebut disertai pembakaran terhadap fasilitas umum dan perkantoran. Namun, setelah kedua aksi tersebut, di Jayapura terjadi pula aksi dami longmarch dari sekitar wilayah Jayapura ke pusat kota Jayapura. Setelah aksi tersebut, terdapat aksi pula di Kabupaten Paniai, namun aksi tersebut telah ditumpangi oleh KNPB dengan maksud tuntutan referendum dan aksi tersebut disertai dengan perampasan terhadap Senjata TNI, korban Meninggal Dunia akibat sasaran panah kepada anggota TNI serta beberapa korban luka panah anggota Polri. Setelah aksi tersebut,  di Jayapura telah dilakukan aksi serupa (ditungganggi KNPB), yang disertai dengan pembakaran fasilitas umum (kantor Telkom, Gedung DPRD, MRP dan Pelabuhan laut jayapura serta penjarahan di beberpa toko). Aksi ini bersamaan dengan aksi AMP di jakarta dan dilakukan pula pengibaran bintang kejora. 

Apabila di perhatikan aksi ini sudah tidak lagi murni sebagai protes terhadap ungkapan rasis di Surabaya, akan tetapi telah berubah menjadi aksi tuntutan referendum dan Papua Merdeka dari kelompok separatis OPM dan KNPB. 

Sadarkah bahwa Bangsa Indonesia sejak awal Pilpres telah dihujani upaya pemecah belahan ?? Dengan menggunakan label Agama dan ujaran kebencian dan ternyata aksi-aksi tersebut tidak dapat memecah belah kita, meskipun hingga sekarang, masih tersisa kebencian kebencian tersebut. 

Setelah ungkapan rasialis di Surabaya, seolah-olah merupakan triger untuk kembali merongrong NKRI yang dimanfaatkan tentu saja Bangsa Asing dan kelompok kepentingan yang awalnya adalah efek dari 51% pengambil alihan saham PT FI oleh Pemerintah Indonesia. Coba bayangkan PT FI yang sudah puluhan tahun menikmati 99% dan selanjutnya turun dan terakhir diambil alih oleh Indonesia sebesar 51%. Akankah mereka diam saja ?? Tentu saja tidak, tidakkah Bangsa ini bahwa aksi-aksi di Papua hanya karena perkataan “Monyet ?”, bisa jadi. Tapi itu hanya triger yang dimanfaatkan Asing dan kelompok kepentingan di Papua untuk memutilasi Papua dari Indonesia dan apabila kita semua Bangsa Indonesia diam dan tidak bersama sama mencegah aksi-aksi serupa di Papua dan mungkin diikuti di wilayah lain Indonesia, maka kita akan benar-benar kehilangan Papua. Saudara, kawan, Pace-Mace, mari bersatu cegah aksi-aksi dengan mengatasnamakan Papua dan referendum, yang justru merugikan seluruh masyarakat di Papua (OAP, dan pendatang). 

STOP AKSI perusakan dan pembakaran di Papua.