Petition Closed

POLRI harus segera tindak perusak Hutan Tripa Aceh.

Dukungan Anda telah membuat petisi kami sebelumnya (www.change.org/saveTripa) jadi sebuah kemenangan historis! Tapi, hutan Tripa masih dirusak, dan Tripa terus butuh dukungan Anda.

Akhirnya Gubernur mencabut izin PT Kalista Alam, salah satu perusahaan minyak sawit yang membakar ribuan hektar hutan Tripa dan membunuh ratusan Orangutan hingga hampir punah.

Menurut seorang wartawan, Gubernur mengakui menerima email banyak sekali melalui Change.org. Kami pikir, itu adalah aspirasi yang didengarkannya hingga akhirnya menjadi keputusannya yang pertama, kurang dari 100 hari menjabat sebagai Gubernur.

Tapi, hutan Tripa masih terancam, karena masih ada 5 perusahaan lainnya yang izinnya harus dicabut karena melakukan perusakan yang hebat antara lain Surya Panen Subur (SPS), DPL, GSM, dan Cemerlang Abadi.

Kawan-kawan Walhi Aceh yang telah memimpin kampanye ini dari sisi legal terus berjuang menuntut pencabutan izin perusahaan-perusahaan lainnya.

Tapi, menurut Kamarudin, pengacara yang mewakili komunitas lokal dan lingkungan hidup di Aceh, ada indikasi yang kuat bahwa penegakan hukum di Tripa telah dibajak oleh kekuatan finansial yang besar dari perusahaan-perusahaan ini.

Kalau markas besar kepolisian di Jakarta mengusut dan menindak pejabat perusahaan ini, hal tersebut bisa menjadi peringatan bagi perusahaan-perusahaan sawit dan perusahaan lainnya untuk berpikir dua kali sebelum mengeksploitasi hukum dan hutan kita untuk keuntungan pribadi.

POLRI harus mengusut dan menindak pelanggar hukum, lebih tepatnya Undang-undang Perencanaan Strategis Nasional No. 26/2007 dan Peraturan Pemerintah No 26/2008, yang melindungi 2,7 juta juta hektar Kawasan Ekosistem Leuser, rumah dari Orangutan yang dilindungi dan juga Harimau Sumatera, Gajah, Badak, dan banyak binatang lainnya.

Komunitas lokal telah menyerahkan pengaduan pada bulan November 2011, dan sekarang dengan preseden positif pencabutan izin oleh Gubernur Aceh, ini adalah waktu yang tepat untuk Kepala Polri menindak pelaku-pelakunya hingga dibawa ke pengadilan.

Kita berhasil sebelumnya, dan kita bisa berhasil lagi! Demi warga, hutan, dan satwa Indonesia tercinta.

Ayo kita paraf, sebarkan, dan menangkan petisi ini!

This petition was delivered to:
  • World Bank
    World Bank Investigation Team
  • Jubir & Penasehat Ahli Gubernur
    Fachrul Razi
  • Gubernur Aceh
    Zaini Abdullah
  • Gubernur Aceh
    Zaini Abdullah
  • Muzakkir Hamid
  • Muzakkir Hamid
  • Kepala Kepolisian Republik Indonesia
    Timur Pradopo
  • Kepolisian
    Kepolisian
  • Kepolisian
    Kepolisian
  • Presiden Republik Indonesia
    Soesilo Bambang Yudhoyono
  • Presiden Republik Indonesia
    Soesilo Bambang Yudhoyono
  • Ministry of Environment
    Balthasar Kambuaya
  • GRASP coordinator
    Doug Cress
  • Head of BP2T Aceh Province
    Muhammad Yahya
  • Governor and Vice Governor of Aceh
    Zaini Abdullah and Muzakkir Manaf
  • Chairman of REDD+ Task Force
    Kuntoro Mangkusubroto
  • Chairman of the REDD+ Task Force working group
    Mas Achmad Santosa
  • Deputi I (Planning and International Relation) UKP4
    Heru Prasetyo
  • Head of National Council for Climate Change
    Agus Purnomo
  • Ministry of Forestry
    Zulkifli Hasan
  • Head of EU Representative in Aceh
    Giovanni Serritella
  • Excutive Director UNEP
    Achim Steiner
  • Academic expert UNEP
    Pavan Sukhdev
  • Wakil Ketua Komisi III DPR RI
    Tjatur Sapto Edia
  • Wakil Ketua Komisi III DPR RI
    Muhammad Nasir Djamil
  • Anggota Komisi III DPR RI
    Eva Sundari
  • Komisi III DPR RI
  • Ketua MPR RI
    Zulkifli Hasan

end of the icons started this petition with a single signature, and now has 10,714 supporters. Start a petition today to change something you care about.