Desak Kepolisian Bebaskan Mika dan Syayyid yang Telah Satu Bulan Ditahan Tanpa Kejelasan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Udah sebulan temanku Syayyid Naufal Ash Shidiq dan Mikael Parmonangan Manalu ditahan di kantor kepolisian Bandung. Hanya karena mereka ikut aksi penolakan omnibus law di depan gedung DPRD Kota Bandung Oktober lalu.

Waktu itu kami aksi bersama Poros Revolusi Mahasiswa Bandung (PRMB). Pada saat aksi memang ada yang aneh. Oknum aparat berbaju biasa dan pakai ponco hijau secara random menangkap 19 orang yang ikut aksi hari itu. 

17 orang udah dilepas. Tapi polisi masih menahan Mika dan Syayyid. Jujur kami dipersulit untuk ketemu Mika dan Syayyid. Bahkan keluarga juga dipersulit. Sampai akhirnya keluarga dikasi izin untuk jenguk. 

Tapi mereka ngaku kalau mereka diancam untuk gak bawa-bawa pihak luar seperti media dan LBH ke tahanan. 

Jadi kami gak tahu persis apa yang membuat mereka ditahan sampai selama itu. Kabarnya sih mereka dituduh aksi vandalisme dan pengrusakan fasilitas umum. Tapi itu pun belum jelas. Soalnya bukti-bukti nya gak jelas dan belum ada dampingan hukum.

BEM Fakultas Seni udah coba hubungi LBH di Bandung untuk dampingi Mika dan Syayyid. Tapi kehadiran LBH ditolak polisi. Gak tahu kenapa.

Polisi malah nyaranin pakai advokat yang mereka tunjuk aja. Tapi kami menolak. Kami masih berusaha agar mereka didampingi LBH aja. Biar lebih objektif dan independen. Jadi sampai sekarang, Mika dan Syayyid masih ditahan tanpa dampingan hukum.

Bahkan baru-baru ini kami dihubungi Mika dari tahanan. Mika minta uang beberapa kali. Jumlahnya lumayan besar. Tapi Mika gak jelasin untuk apa. Mika hanya kasih nomor rekening sipir yang jaga tahanan.

Aneh kan? Uangnya buat apa? Kenapa di transfer ke rekening sipir? Jujur ini bikin kami makin kesal sama proses penegakan hukum.

Bukti-bukti belum jelas. Dampingan hukum dari LBH ditolak polisi. Ada apa sebenarnya?

Ini jelas-jelas melanggar Pasal 54 KUHAP (Undang-undang Hukum Acara Pidana) yang berbunyi: “Guna kepentingan pembelaan, tersangka atau terdakwa berhak mendapat bantuan hukum dari seorang atau lebih penasihat hukum selama dalam waktu dan pada setiap tingkat pemeriksaan, menurut tatacara yang ditentukan dalam undang-undang ini".

Karena itulah kami bikin petisi ini kepada Kapolrestabes Bandung. Agar memproses Mika dan Syayyid secara transparan juga mengizinkan LBH mendampingi mereka. Dan membebaskan Mika dan Syayyid jika terbukti tidak bersalah. 

Soalnya tanpa dampingan hukum yang benar, kita gak akan tahu ujung nasib Mika dan Syayyid kawan-kawan. Karena itulah, kami butuh tanda tanganmu kawan-kawan. Biarpun keluarga mengaku diancam agar gak bawa-bawa media ke kasusnya. 

Justru hal ini harusnya bikin kita makin getol dan tunjukin ke kepolisian kalau masyarakat sudah lelah dengan kinerja kepolisian yang represif dan gak transparan kayak gini.

Terima kasih atas bantuannya.

Hormat saya,
Max Dapperste