Petition update

Pernyataan Sikap Koalisi Keadilan Bagi Perempuan

Koalisi Keadilan Bagi Perempuan
Indonesia

Aug 10, 2020 — 

PENYATAAN SIKAP

KOALISI KEADILAN BAGI PEREMPUAN

Menyikapi perkembangan kasus TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA, YAKNI PEMERKOSAAN DAN PENGANIAYAAN yang dilakukan oleh seorang yang dianggap sebagai tokoh masyarakat dan aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Kasus ini mulai diarahkan keluar jalur penanganan hukum yang seharusnya. Berdasarkan hal tersebut, KAMI – KOALISI KEADILAN BAGI PEREMPUAN menyatakan:

• Mengecam segala bentuk Tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang telah dilakukan oleh Pelaku. Tindakan ini merupakan kasus TINDAK PIDANA.

• MENUNTUT KEPADA
1. Gubernur Provinsi Kalimantan Timur,
2. Kapolda Kalimantan Timur
3. Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur
4. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur
5. Kapolresta Samarinda
6. Kejaksaan Negeri Samarinda
7. Pengadillan Negeri Samarinda
8. Ketua DPRD kota Samarinda

Untuk MENGAWAL PROSES PENANGANAN KASUS SESUAI DENGAN HUKUM PIDANA

• Menolak Proses Penanganan Kasus dengan melibatkan kepentingan-kepentingan diluar HUKUM
• Mendesak KEPADA APARAT PENEGAK HUKUM yang menangani bertindak dan bekerja sesuai dengan ketentuan hukum PIDANA. Secara transparan, objektif dan melindungi hak-hak hukum KORBAN

SAMARINDA, 7 Agustus 2020

KOALISI KEADILAN BAGI PEREMPUAN

1. TRCPPA Kaltim
2. Serumpun
3. NAPAS
4. PUAN MAHAKAM
5. Pusat Studi Hukum Perempuan dan Anak (PuSHPA) Fakultas Hukum Universitas Mulawarman
6. KAPAK BORNEO (Paralegal)


Keep fighting for people power!

Politicians and rich CEOs shouldn't make all the decisions. Today we ask you to help keep Change.org free and independent. Our job as a public benefit company is to help petitions like this one fight back and get heard. If everyone who saw this chipped in monthly we'd secure Change.org's future today. Help us hold the powerful to account. Can you spare a minute to become a member today?

I'll power Change with $5 monthlyPayment method

Discussion

Please enter a comment.

We were unable to post your comment. Please try again.