Bikin Konten YouTube Tidak Harus Mengolok Minoritas!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Forum Pengada Layanan (FPL) jejaring 112 organisasi pemberi layanan untuk perempuan korban kekerasan di 32 provinsi di Indonesia Mengutuk keras aksi video Prank yang berjudul “Kasih Makanan ke Banci CBL” yang diunggah  oleh Ferdian Paleka dkk dalam kanal Youtube pada tanggal 3 Mei 2020. Dalam video tersebut, Ferdian Paleka  dkk membagikan ‘kardus bahan pangan’ yang ternyata berisi sampah dan batu bata kepada beberapa transpuan dan anak-anak yang ada di jalanan Kota Bandung.

Dalam videonya, Ferdian Paleka memaparkan alasan bernuansa transpobia dan menstigma, seperti: 1) Survey apakah Kota Bandung aman dari Transpuan, 2) Transpuan seharusnya tidak ada di jalan ketika Bulan Ramadhan-karena seharusnya mereka beribadah, 3) Transpuan dianggap tidak mematuhi aturan pemerintah Kota Bandung yang menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dan bisa menularkan COVID-19, dan 4) Transpuan dianggap sebagai sampah masyarakat.

Dalam sekejap video ini viral dan menuai banyak kecaman dari masyarakat Indonesia. Sejumlah komentar warganet menginginkan agar aksi Ferdian dan kedua temannya bisa diproses secara hukum. Bahkan video ini sudah diturunkan dari kanal YouTube karena ramainya laporan yang dibuat oleh masyarakat. Bahkan warga sekitar juga mendatangani kediaman rumah Ferdian di Baleendah untuk meminta pertanggungjawaban atas aksi yang dilakukan dalam video prank tersebut.

Video tersebut juga telah dilaporkan oleh ke empat (4) korban ke Polrestabes Bandung didampingi Srikandi Pasundan.  Perbuatan Ferdian Paleka dkk merupakan perbuatan keji yang sangat merendahkan harkat dan martabat korban sebagai manusia.  Ferdian paleka dkk  telah dengan sengaja merencanakan perbuatan keji tersebut. Hal ini terlihat dari Para Terlapor yang sudah melakukan survey di lokasi tempat Transpuan tersebut seminggu sebelum kejadian. Sebagaimana diberitakan oleh media online kompas(https://www.kompas.com/hype/read/2020/05/04/172159566/ferdian-paleka-survei-sepekan-sebelum-buat-prank-bingkisan-sampah Hal ini menunjukan bahwa aksi Ferdian sudah direncanakan sebelumnya dan memang menargetkan kelompok Transpuan.

Selain itu Terlapor Ferdian Paleka sama sekali tidak menunjukan penyesalannya. Permohonan maaf Ferdian Faleka yang diunggah di kanal Instastory hanya dijadikan ajang mencari popularitas. Hal ini terlihat dari unggahan video Ferdian bahwa yang bersangkutan baru akan menyerahkan diri ketika jumlah followers nya sudah mencapai 30,000.

Aksi prank yang dilakukan oleh Ferdian Paleka dkk harus diproses hukum agar tidak ada lagi kasus serupa di media online . Jangan sampai perudungan dan kekerasan atas dasar apapun di media online dilakukan demi meningkatkan subcriber , viewer dan popularitas apalagi demi tujuan mendapatkan keuntungan materi.  Kanal online yang seharusnya menjadi ruang yang aman dan menjadi media inspirasi positif bagi siappun.

Forum Pengada Layanan mengecam aksi kekerasan dan diskriminasi terhadap kelompok dengan keberagaman identitas gender dan identitas seksual tertentu yang juga warga Indonesia yang berhak atas perlindungan hukum. Dalam situasi pandemik covid-19 ini, alangkah baiknya kita meningkatkan rasa kemanusian dan mendukung satu sama lain untuk meminimalisir dampak covid 19. Forum Pengada Layanan mengajak kamu untuk berpartisipasi untuk memantau proses hukum yang berlangsung di Polrestabes Bandung dan mendesak proses yang adil dalam menindaklanjuti pelaporan Para korban. Lebih lanjut, Forum Pengadalayanan juga mengajak masyarakat umum dan pembuat konten kreatif secara khusus untuk membuat konten positif dan tidak melakukan perudungan terhadap kelompok manapun.

Berikan dukunganmu agar tidak ada lagi kreator konten yang menjadi pelaku perudungan online dengan mendiskriminasikan identitas tertentu dengan menandatangani petisi ini.