Jatuhkan 4 Tahun Pidana Penjara Anak Bagi Pelaku Penganiayaan Audrey

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Kejahatan yang dilakukan 12 orang siswi SMA di Pontianak kini memasuki babak baru. Mediasi yang diselenggarakan di Kepolisian Pontianak Selatan telah usai dan gagal. Artinya, Kasus penganiayaan anak tersebut akan berlanjut ke tahap Penyidikan oleh Polisi.

Keadilan bagi korban harus terus diperjuangkan di meja hijau. Setelah ditemukan bukti-bukti yang jelas tentang adanya bekas luka-luka yang diderita korban serta petunjuk atas benar-benar telah terjadinya peristiwa penganiayaan, Kepolisian seharusnya dapat segera menerbitkan P-21 (Pemberitahuan bahwa Hasil Penyidikan sudah lengkap).

Dengan diselesaikannya P-21 secara cepat, Kepolisian dapat segera menyerahkan berkas penyidikannya ke Kejaksaan. Sehingga Kejaksaan dapat melakukan penuntutan atas nama negara kepada Para Pelaku di muka Hakim Pengadilan Negeri Pontianak.

Kejaksaan setinggi-tingginya dapat menuntut Pelaku Penganiayaan dengan tuntutan 4 Tahun Penjara Anak sebagaimana di atur dalam Pasal 354 Ayat (1) KUHP mengenai penganiayaan yang disengaja dan mengakibatkan luka berat jo. UU 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Perkara perundungan ini bukanlah sesuatu yang dapat dipandang remeh.

Pihak Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman Pontianak haruslah segera memenuhi tugas dan kewenangannya dengan seadil-adilnya sehingga penganiayaan di kalangan remaja yang keji ini dapat diberantas.

Ayo dorong Para Penegak Hukum (Polisi, Kejaksaan, Kehakiman) sigap bertindak dalam menindaklanjuti kasus penganiayaan anak ini, sebagaimana diamanatkan oleh hukum dan konstitusi.

#JusticeForAudrey #Pidana4TahunPenjaraAnak

11 April 2019
Setelah mendapatkan masukan dari berbagai pihak, kami mengklarifikasi bahwa terdapat konstruksi hukum yang lebih tepat daripada yang kami tawarkan sebelumnya; #Pidana4TahunPenjaraAnak. Yakni dengan penerapan Pasal 80 Ayat 2 UU Nomor 23 Tahun 2002 jo. UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak dimana penganiayaan terhadap Anak yang mengakibatkan Luka Berat diancam dengan pidana 5 tahun penjara. Selanjutnya oleh karena pelaku terhadap anak juga anak-anak, sesuai UU SPPA sebagaimana disebutkan di atas, pidana akan ditegakkan setengahnya. Selanjutnya, narasi yang lebih tepat adalah #PidanaDuaSetengahTahun.

Walaupun demikian, ini tidak menyurutkan semangat kami untuk mengawal proses hukum yang berjalan. Setiap pelaku kejahatan mestilah menerima hukuman yang mendidik agar kelukaan masyarakat atas peristiwa keji ini dapat terpulihkan.

Mari terus galakkan dukungan agar Kasus ini dapat diselesaikan dengan seadil-adilnya.

 

Hormat saya,

Mira Fajri

Direktur Lembaga Kajian Hukum KAMMI