Cabut Gugatan RCTI karena melanggar kebebasan berekspresi

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Pada era globalisasi saat ini kebutuhan berinternet sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat publik. Masyarakat bebas mengakses Internet sebagai kemudahan dalam sebagai bidang baik untuk media sosial , pendidikan , keuangan atau aspek lain yang membantu memudahkan kita 

Kebebasan masyarakat untuk berinternet pun telah di jamin peraturan mengenai kebebasan berekspresi oleh undang - undang pada UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan ICCPR. Hal ini juga tertulis dalam konstitusi negara kita dalam undang-undang dasar Pasal 28 UUD 1945 yang mengatur hak asasi manusia

Namun dalam gugatan RCTI dan I News yang meminta agar penyedia layanan siaran melalui internet diatur dalam pasal 1 ayat 2 UU tahun 2002 tentang penyiaran jelas mencedrai Hak asasi manusia untuk bebas berekspresi 

Kementerian komunikasi dan Informasi menyebutkan jika gugatan RCTI di kabulkan maka masyarakat tidak lagi bebas memanfaatkan fitur siaran langsung dalam platfor media sosial 

Apalagi di saat pandemi covid 19 seperti ini pastinya masyarakat sangat membutuhkan kemudahan live streaming sebagai sarana silaturahmi atau pelajar mahasiswa sebagai Sarana belajar 

Maka dari itu kami mengajak bersama-sama agar menandatangani petisi agar RCTI mencabut gugatannya dan meminta mahkamah konstitusi untuk menolak gugatan RCTI. 

-Ryan 

Mantan Aktivis pergerakan mahasiswa Islam Indonesia PK PMII Unusida