YA! SAYA INGIN MENYELAMATKAN LAUTAN KITA

Recent news

Kenapa Harus Hiu?

Indonesia yang diapit dua benua dan dua samudera dianugerahi lebih dari 118 jenis hiu yang tersebar diseluruh perairan nusantara. Pemanfaatan dan tata kelola sumber daya perikanan tangkap yang jauh prinsip-prinsip keberlanjutan dalam 30 tahun terakhir berdampak terhadap terancamnya kelestarian hiu dan kehancuran ekosistem laut. Kenapa? Tidak terkendalinya cara penangkapan ikan yang diklaim efisien namun tidak selektif seperti rawai tuna (tuna longlines) dan jaring lingkar (purse seines) menggunakan rumpon telah menampilkan wajah industri tuna yang kotor dan rakus. Kedua cara penangkapan ini sangat merusak dan turut menyebabkan penangkapan ikan berlebih yang terjadi selama ini. Greenpeace menyakini jika penangkapan ikan berlebih terus berlanjut maka kehancuran serius terhadap sumber daya ikan di laut dalam 20 tahun mendatang tidak dapat dihindarkan. Jadi, tidak dapat ditawar lagi, segala bentuk penangkapan ikan yang merusak harus dihentikan! Upaya-upaya penyelamatan sumber daya ikan harus diperjuangkan dengan cara mendorong cara perikanan tangkap yang ramah lingkungan dan tidak merusak ekosistem. Lantas, apa hubungannya penurunan populasi hiu dengan perikanan yang merusak? Kapal-kapal penangkap ikan jaring lingkar dan rawai tuna bukan hanya menangkap ikan target yang ukurannya sudah layak tangkap, tetapi juga juga ikan-ikan yang masih bayi (juvenile) dan juga berbagai jenis ikan serta satwa laut yang bukan target tangkapan atau lebih dikenal sebagai tangkapan sampingan (bycatch) seperti hiu, lumba-lumba dan penyu. Apa pemicu hiu terus diburu padahal memiliki peran penting untuk keseimbangan ekosistem laut? Hal kecil dan pertama yang harus ditanamkan dalam benak kita bahwa penurunan populasi hiu sebagai predator puncak di lautan menyebabkan ancaman serius: ketidakseimbangan ekosistem dan terganggunya rantai makanan. Hiu diburu untuk dimanfaatkan siripnya. Permintaan akan sirip hiu yang tinggi karena khasiatnya dipercaya merupakan bahan obat untuk penyakit tertentu walau belum terbukti kebenarannya. Sajian sirip hiu dalam hidangan kuliner juga bukan lagi pilihan bijak dan sehat. Sejumlah penelitian menyebutkan hiu merupakan mahluk laut yang mengandung merkuri dalam kadar tinggi dibandingkan mahluk lainnya di lautan. Lalu, bagaimana solusi untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut? Greenpeace mengkampanyekan cara penangkapan ikan yang lebih ramah lingkungan seperti pengembangan industri perikanan rakyat berbasis alat tangkap yang selektif yang hanya menangkap ikan dengan ukuran layak tangkap seperti pancing ulur (handline) dan huhate (pole and line). Dukungan dari semua pihak dalam penyelamatan sumber daya ikan khususnya hiu harus diperkuat dengan sinergi masyarakat nelayan dan pemerintah. Kelestarian sumber daya ikan di laut untuk masa depan ada ditangan kita. Sebagai masyarakat sekaligus konsumen kita perlu bijak untuk memilih produk ikan tangkapan laut yang berkelanjutan serta turut ambil bagian dari solusi bagi perbaikan tata kelola perikanan . Ayo #SaveSharks! Terus bersuara menyelamatkan hiu dengan menolak dan tidak mengkonsumsi apapun makanan yang berbahan dasar hiu dan meminta pemerintah untuk memperkuat kebijakan perlindungan hiu di Indonesia.

Greenpeace Indonesia
5 years ago