CABUT PENGAYOMAN PHDI

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Om Swastyastu,

Semeton Hindu dimanapun anda berada,

Pada tanggal 4 April 2016, PHDI Pusat telah menerbitkan sebuah surat dengan No. 413/Parisadha P/IV/2016.

Surat tersebut adalah merupakan balasan atas surat permohonan pihak ISKCON untuk mendapatkan Pengayoman dari PHDI Pusat. 

Surat yang ditandatangani oleh bapak Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma, selaku ketua PHDI Pusat memberikan pengayoman kepada ISKCON/Hare Krishna dan DENGAN TEGAS menyatakan pada alinea kedua:

"Kepada Pengurus dan Anggota PERKUMPULAN INTERNATIONAL SOCIETY FOR KRISHNA CONSCIOUSNESS (ISKCON) DIWAJIBKAN untuk senantiasa menjaga dan menumbuhkembangkan solidaritas, kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagai pelaksanaan Dharma Agama dan Dharma Negara.

Namun apa yang terjadi, ISKCON telah melakukan berbagai pelanggaran atas Dharma Agama dan Dharma Negara dengan berbagai manufer mereka. 

Ditambah lagi, ternyata bahwa ajaran HARE KRISHNA sudah pernah dilarang oleh Kejaksaan Agung dengan SK No. 307/JA/5/1984 dan SK ini BELUM PERNAH DICABUT sehingga MASIH BERLAKU.

PENOLAKAN ATAS HARE KRISHNA TELAH DILAKUKAN OLEH TAK KURANG DARI 80 ORGANISASI SELURUH INDONESIA seperti dalam link ini:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2739796132786885&id=100002695756864

Bapak Sang Nyoman Suwisma, dalam wawancara oleh Komang Priambada beberapa Minggu Lang lalu dikantornya menyatakan SANGAT MENYESAL DAN MEMINTA MAAF KEPADA UMAT HINDU SERTA MEMINTA KEPADA PENGURUS PHDI PUSAT SAAT INI UNTUK SEGERA MENCABUT SURAT PENGAYOMAN TERSEBUT. 

Setelah berbagai upaya dilakukan termasuk bertemu langsung dengan bapak Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, sebagai ketua PHDI Pusat saat ini, tetap belum dilakukan, untuk itu, saya, KOMANG PRIAMBADA mengajak anda semua menandatangani PETISI ini yang kita tujukan kepada PHDI PUSAT dan PHDI BALI. 

Atas dukungan anda semua, saya ucapkan terimakasih. 

#bali_metangi #bali_jengah

Om Shanti, Shanti, Shanti, Om

Jakarta, 14 Agustus 2020

Komang Priambada

Gerakan Kearifan Hindu Nusantara