PETISI MENUNTUT SEGERA DIADAKAN PERSATUAN GMNI DI TINGKAT NASIONAL

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Mendengar hasil Kongres Kemaritiman XXI di Ambon yg ambyar, sebagai Alumni GMNI, memang tak ada kewajiban untuk peduli, tetapi kami tidak mungkin tidak peduli. Karena Alumni yang tidak peduli laksana bukan alumni. Yang tidak dibenarkan adalah intervensi ke ranah organisasi. GMNI adalah organisasi independent, kumpulan kader-kader kritis berjiwa Nasionalis terbaik di negeri ini. Untuk itu saya sebagai Alumni tidak mendukung salah satu kubu sebab:


1. Jika mendukung salah satu kubu, sama artinya menegasikan yang lain.
2. Jika mendukung keduanya, sama artinya mensupport keduanya untuk terus berseteru.


Singkat kata jika pada saat ini DPP GMNI dibelah menjadi dua maka, sebagai Alumni: KAMI TIDAK MENDUKUNG KEDUANYA.
Kader-kader GMNI adalah para Marhaenis yang GANDRUNG AKAN PERSATUAN !!! Kader-kader GMNI adalah para Nasionalis yang TERGILA-GILA KERUKUNAN !!! Kader-kader GMNI adalah para ahli MUSYAWARAH MUFAKAT, bukan justru sebaliknya : MUFAKAT YANG DIMUSYAWARAH-Kan.


Kader-kader GMNI bukanlah kumpulan orang-orang yang gila berebut jabatan, terlebih jabatan organisasi antar saudara se-Ideologi-nya sendiri dikandang-nya sendiri. Wahai para Marhaenis, wahai para  Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang, wahai para Pengemban Amanah Penderitaan Rakyat. BERSATULAH SEGERA !!!
BERSATULAH SEGERA !!! Sebab hanya dengan Bersatu, GMNI dapat berbuat lebih banyak bagi bangsa dan negara tercinta ini. Sangat memalukan jika Para Marhaenis Muda tidak bisa menjadi contoh Persatuan dan Kerukunan dalam segenap perbedaan bagi kalangan Marhaen yang diperjuangkan. Buang ego individu dan kelompok jauh-jauh, menangkan kemerdekaan bersikap dan berpikir. Sekali lagi, BERSATULAH SEGERA !!!


GMNI BERSATU !!!
GMNI JAYA !!!
MARHAEN MENANG !!!
MERDEKA !


Jembatan Emas, 5 Desember 2019.