Pindahkan SUTET yang akan melintasi Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Ketua DPRD Cirebon, Mohamad Lutfi, menyatakan dukungannya kepada pihak Pesantren Bina Insan Mulia untuk menolak pendirian Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang berdekatan dan akan melewati Masjid, Gedung serbaguna dan Asrama santri Pesantren Bina Insan Mulia.

Pesantren Bina Insa Mulia berlokasi di Desa Cisaat, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Keberatan pihak pesantren ini disampaikan saat audiensi dengan DPRD Cirebon dan perwakilan PLN beberapa waktu lalu.

Utusan dari Pesantren Bina Insan Mulia Kepala Sekolah SMP, Ustadz Rifai meminta kepada Ketua DPRD tidak hanya menjadi mediator dengan pihak pesantren dan PLN tetapi juga meminta mengeluarkan surat penolakan.


"Untuk pak Ketua DPRD dan Anggota Dewan ini saya mohon Bapak disini saya minta tidak hanya sebatas mediator tapi saya minta Bapak mengeluarkan surat bahwa Bapak ikut menolak dan surat tembusannya sampai ke atas menolak ada pendirian SUTET yang jarak 6 meter dari pesantren satu meter dari tempat wudu' ini," katanya.

"Bapak bikinkan surat penolakan tembus ke atas dikirim ke atas jadi jangan Anggota Dewan cuma melihat kita ingin disini intinya Anggota Dewan kalau memang mau bergerak ikut bareng kami, sebagai orang orang pesantren menolak keras gimana caranya terserah Bapak yang jelas saya minta Bapak Anggota Dewan jangan berdiam diri," tambah Rifai.

Menanggapi hal ini Mohamad Lutfi menyatakan hal berikut "Mungkin itu tanggapan dari kami mohon jadi catatan, yang terakhir tadi dari Kepala Sekolah SMP kalau saya ditantang bikin surat penolakan lu jual gua borong, saya kira mungkin itu," ujar Lutfi.

Dalam penjelasannya di awal, Lutfi menyatakan jalan tol saja digeser apalagi SUTET.

"Bukan saja SUTET ya, pejabat saja bisa kita turunkan, saya tadi dalam kesempatan yang pertama ngasih sambutannya sebagai ketua DPRD tapi kalau sekarang saya ngomong sebagai santrinya Kang Imam Jazuli, jadi soal negosiasi ini saya ada di garda terdepan bersama bapak ibu sekalian, kalau perlu di lawan, lawan pak," kata Lutfi.

Lutfi menyatakan sudah berkunjung ke lokasi Pesantren Bina Insan Mulia. SUTET akan dibangun PLN dekat dengan masjid utama yang berjarak 6 meter.

"Jadi posisinya pak ini batas jalan nih, kemarin saya sempat melihat kesana tiga minggu yang lalu, jadi antara tanah dan pesantren ini ada elevasi kira-kira elevasinya 8 meter disini masjid, masjidnya tower nya nempel jadi batas towernya ini nempel dengan elevasi ini 1 meter kebawah, kemudian disini masjid, ada masjid besar, jadi kalau saya sih
melihat sudah tidak ada jarak karena tiang tower persis nempel di dinding masjid," katanya menjelaskan.

Untuk itu Lutfi meminta PLN agar kembali meninjau lokasi. "Tower nempel didinding tempat wudhu gitu pak yah..,ini ada 4 bangunan gede-gede besar di situ masjid menurut saya ini persoalan, saya malah ingin mengajak teman PLN kalau memungkinkan kita melihat lokasi kita evaluasi ulang lah," katanya.

Permintaanya pembangunan tower SUTET digeser 100 meter dari rencana yang diinginkan PLN sekarang. Untuk itu Lutfi meminta pihak PLN agar mau berkompromi.

"Kalu teman-teman PLN menyampaikan bahwa nggak bisa nggak bisa, kita juga banyak macam cara sebenarnya, tapi ini kan nggak menarik sama sekali tidak menarik kalau tadi mas Fajar sempet bisik-bisik ke saya boleh nggak itu
ditawar dari 100 meter jadi 99 meter paling-paling bisa ditawar gitu pak, kan jangan-jangan saklek-saklek amat gitu pak kan temen-temen juga ini kan kita kompromi," katanya.

Ketua DPRD Cirebon Tolak SUTET Lewati Masjid dan Pesantren Bina Insan Mulia Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketua DPRD Cirebon Tolak SUTET Lewati Masjid dan Pesantren Bina Insan Mulia, https://www.tribunnews.com/regional/2019/12/13/ketua-dprd-cirebon-tolak-sutet-lewati-masjid-dan-pesantren-bina-insan-mulia. Penulis: Husein Sanusi