Pengrusakan Situs Ngabehi Ciapus-Banjaran lamban disikapi

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Surat pelaporan perusakan situs makam keramat ngabehi tetanggal 30 Juli 2015 melalui kepala Dinas Pendidikan dan Budaya tentang perusakan  Situs Makam Keramat Ngabehi, mendapat tanggapan semu padahal resmi dari Juru Pelihara yang ditunjuk dan di daftarkan pada Bidang Sejarah Dan Purbakala di Dinas tersebut.

Pencabutan Plang Situs yang bertuliskan  di lindingi dengan UNDANG-UNDANG NO.11TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA PASAL 105 .DI CABUT oleh Kepala Desa Ciapus. Sampai sekarang belum selesai ditangani secara hukum, padahal sudah dilaporkan ke kepolisian kab Bandung dan sudah di Police Line..Entah karena apa penanganan dan tindakan hukumnya MANDEG..mohon dibantu, mengingat salah satu bagian dari sejarah perjuangan masyarakat Jawa Barat.

Terlepas dari keinginan para pihak yang berkepentingan Kepala Desa Ciapus Asep Tresna Komara mencabut plang yang sudah diberi tanda di lindungi UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA. dimana disana terdapat pohon pohon yang berusia ratusan tahun, hungga kawasan tersebut seperti hutan lindung kecil.

Situs ini sudah tertulis dalam buku "Mozaik Kabupaten Bandung" dan salah satu penulisnya adalah Bapak Dedi yang merupakan KABID  Sejarah dan Pubakala,Beliau sangat menyesalkan hal ini terjadi. Bukan masalah Syar'i yang menjadi alasan penghancuran SITUS NGABEHI CIAPUS BANJARAN, ini adalah pelanggaran hukum, perusakan alam, dan penghilangan ciri sejarah Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

 



Hari ini: Asep Nandang Saepuloh mengandalkanmu

Asep Nandang Saepuloh Saepuloh membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pengrusakan Situs Ngabehi Ciapus-Banjaran lamban disikapi". Bergabunglah dengan Asep Nandang Saepuloh dan 19 pendukung lainnya hari ini.