Selamatkan anak2 di wilayah eks-lokalisasi Dolly dengan menolak pembukaannya kembali.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Beberapa hari ini muncul demo di Pengadilan Negeri Surabaya. Pendemo mengaku warga Putat Jaya yang merasa dirugikan, dengan alasan hak perekonomiannya dirampas oleh Pemkot Surabaya semenjak ditutupnya lokalisasi Dolly (Putat Jaya).

Mereka yang disinyalir bukan warga asli Putat Jaya tersebut menuntut untuk diperbolehkan membuka kembali "rumah musik" dan "karaoke".

Tuntutan tersebut tentu saja meresahkan warga asli Putat Jaya yang akan secara langsung merasakan dampak pencemaran mata dan telinga, khususnya bagi anak-anak di bawah umur.

Warga asli Putat Jaya pun turut melakukan demo, namun dengan tujuan menolak tuntutan warga pendatang tersebut.

Kami mohon suara Anda untuk turut menolak dibukanya kembali "rumah musik" dan "karaoke" di Dolly.

Kami mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya dalam meningkatkan taraf hidup warga terdampak eks-lokalisasi Dolly (Putat Jaya) dengan cara memperkuat sendi-sendi perekonomian melalui UKM. Bukti bahwa Pemkot Surabaya berkomitmen terhadap hal tersebut adalah dengan membuka Dolly Saiki Point yang merupakan sentra UKM (penciptaan produk hingga pemasaran).

Selamatkan warga asli Dolly (Putat Jaya).

Selamatkan moral anak-anak Surabaya.

Besok Senin Pengadilan Negeri Surabaya akan mengambil keputusan terkait tuntutan warga pendatang yang tidak masuk di akal sehat tersebut.

Kami butuh suara Anda.

Tolak pembukaan kembali "rumah musik" dan "karaoke" di Dolly (Putat Jaya)!!!



Hari ini: luthfi mengandalkanmu

luthfi nurzaman membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pengadilan Negeri Surabaya: Selamatkan anak2 di wilayah eks-lokalisasi Dolly dengan menolak pembukaannya kembali.". Bergabunglah dengan luthfi dan 604 pendukung lainnya hari ini.