Dukung Martini Memperoleh Keadilan Utuh

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Martini, perempuan buruh migran asal Sukabumi, berhasil lepas dari jerat rantai perdagangan orang. Martini memperjuangkan haknya tanpa kenal lelah dan lantang menyuarakan pengalaman pahitnya demi memperoleh keadilan. Trauma mendalam yang menghantuinya tidak cukup dibayar dengan menahan kebebasan pelaku. Martini hanya akan mendapat keadilan yang utuh apabila pelaku menjalankan kewajiban membayar restitusi sebagai bentuk perlindungan hukum bagi korban untuk ganti kerugian atas penderitaannya.

Awalnya, Martini melamar pekerjaan sebagai pelayan restoran di Turki demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Namun, agen menjerumuskan dan menipu Martini dengan menempatkannya di Libya sebagai PRT. Ia tidak mendapatkan upah dan permintaannya untuk pulang justru disambut dengan pukulan. Meski pelaku kini sudah ditahan, Martini masih menunggu dan menghabiskan malam tanpa terlelap sampai pelaku memenuhi kewajibannya membayar restitusi. Sayangnya, penegak hukum  tidak memiliki perspektif yang memihak kepada korban

Martini sedang berusaha bangkit kembali. Restitusi yang seharusnya ia terima setelah 14 hari sejak putusan pengadilan tertanggal 19 Desember 2019, tentu dapat membantunya mengumpulkan puing-puing harapan untuk memperbaiki hidup pasca derita yang menimpanya. Bayangkan jika Martini tidak memperoleh haknya, ia akan semakin kesulitan melanjutkan hidup di tengah krisis Covid-19. Bahkan, bukan tidak mungkin dengan posisi rentannya kembali menjadi korban. 

Untuk itu, mari desak Pengadilan dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur agar segera  mengawal putusan dengan memperingatkan kemudian menyita harta kekayaan pelaku untuk menebus kesalahannya agar tidak ada Martini-Martini lainnya. 

Solidaritas Perempuan (SP) dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) yang menangani kasus ini menantikan dukunganmu dengan menandatangani petisi ini sampai tanggal 15 Maret 2021 dalam #30HariDukungMartini. Kontribusimu akan mewujudkan perubahan bagi masa depan buruh migran.

#SaveOurSister #StopPerdaganganOrang #KawalHakRestitusi #30HariDukungMartini