Aspalkan Jalan ke Demta, Jayapura!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.000.

Juwita Sari Kustiadi
Juwita Sari Kustiadi menandatangani petisi ini

Sudah 60 puluh tahun, satu-satunya jalan yang menghubungkan Distrik Demta ke Kampung Worembaim sepanjang 35 km tidak juga diaspal. Padahal kami perlu melalui kampung tersebut untuk menuju ke Kota Sentani, Jayapura, Papua. Video di atas menggambarkan keadaan jalan tersebut.

Padahal Distrik kami memiliki banyak potensi, dari ikan, buah mangga, hingga objek wisata. Namun karena kondisi jalan yang rusak parah dan berbahaya karena berada di tepi jurang dalam, potensi dari distrik kami tidak berhasil dengan maksimal.

Potensi buah mangga misalnya, kami sangat terkenal dengan buah mangga jenis Quini. Saat musim panen, biasanya masyarakat membawa sekitar 500 buah ke kota. Namun karena harus melalui jalan yang berlubang dan tak beraspal, banyak mangga hancur di tengah perjalanan. Sesampainya di kota, sisa mangga yang masih layak jual hanya sekitar 300 buah.

Para nelayan Demta juga mengalami hal yang sama. Beberapa nelayan harus merelakan banyak ikannya harus dibuang saat sampai di kota karena sudah terlanjur busuk. Ini disebabkan mereka harus melalui perjalanan yang lama karena jalanan rusak tak beraspal.

Masalah ini tidak hanya merugikan para petani dan nelayan, namun juga seluruh masyarakat Distrik Demta. Untuk berobat ke rumah sakit misalnya. Bahkan tak sedikit kerabat kami yang meninggal di tengah jalan menuju rumah sakit karena terlambat mendapatkan pertolongan.

Hingga saat ini, masih belum ada perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura maupun Pemerintah Provinsi Papua untuk menyelesaikan masalah ini. Walaupun kami sudah meminta dengan segala cara. Padahal ini merupakan hak kami sebagai rakyat Indonesia dalam mendapatkan hak ekonomi sosial dan hak mendapatkan akses untuk kesehatan.

Kami sudah berkali-kali mendatangi Bupati Jayapura. Namun katanya jalan tak beraspal tersebut milik provinsi sehingga seharusnya kami mendatangi Pemerintah Provinsi Papua.

Kami pun beramai-ramai mendatangi Kantor Gubernur Papua, seperti yang diliput oleh Liputan6*. Namun melalui Sekretaris Daerah, kami diminta untuk menulis surat ke Bupati Jayapura agar beliau mengirimi surat berisi usulan ke Gubernur Papua.

Kami heran. Kami sudah datang jauh-jauh ke kantor mereka, kenapa harus menyurati bupati dan bupati harus menyurati usulan ke mereka?

Walaupun begitu, kami tetap mengirim surat ke Bupati Jayapura. Namun sampai sekarang belum ada jawaban apapun dari kedua belah pihak.

Maka melalui petisi ini, kami mengajak saudara-saudara untuk mendukung kami meminta Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura untuk SEGERA membangun jalan beraspal antara Distrik Demta dengan Kampung Worembaim.

Tujuan kami sangat sederhana, agar akses kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kami bisa berjalan baik tanpa harus kehiangan banyak potensi apalagi nyawa.

*https://www.youtube.com/watch?v=DihMgghS_xQ