Hapuskan perluasan ganjil genap pada Jalan yang terdapat rumah sakitnya!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Pemprov DKI bekerja sama dengan Polda Metro dan BPTJ telah memperluas pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil genap sejak 1 Agustus 2018 lalu. Keputusan tersebut dalam mendukung terlaksananya ASIAN Games 2018 dan Indonesia mendapat kehormatan sebagai tuan rumah. Sebagai rakyat yang baik, tentunya kami semua mendukung keputusan perluasan tersebut demi lancarnya acara dan membawa nama baik Indonesia, meskipun tidak banyak yang mendukung perluasan rute ganjil-genap ini. 

Akan tetapi setelah event tersebut selesai, kebijakan tersebut diperpanjang karena dinilai "efektif" dalam mengurangi kemacetan. Pertanyaannya adalah siapa yang menilai? Tidak ada polling online untuk pengendara ataupun warga.

Perlu diperhatikan perluasan rute ganjil-genap ini mengenai jalan di depan Rumah Sakit, contoh : RS Dharmais dan RS Pertamina Jaya (Jl. Ahmad Yani). Hal ini tentu saja bertentangan dengan hak warga untuk berobat. Apakah jika warga memiliki kendaraan dengan nomor kendaraan yang tidak cocok pada tanggal ganjil atau genap harus menunggu jam tertentu untuk berobat atau bahkan saat pulang? Bagaimana dengan tenaga kesehatan yang ada disana yang ternyata dibutuhkan mendadak karena ada operasi segera?

Mohon dapat dipertimbangkan untuk pencabutan kebijakan perluasan ganjil genap yang awalnya hanya untuk memperlancar jalannya ASIAN Games 2018. Rute tersebut awalnya tidak semacet kawasan Jendral Sudirman, Kuningan, dan lain-lain. Akan tetapi sekarang agak sedikit terhambat karena banyak polisi (sedikitnya 5) "nongkrong" untuk menilang. 



Hari ini: Benny mengandalkanmu

Benny Ibrahim membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pemprov DKI Jakarta: Hapuskan perluasan ganjil genap pada Jalan yang terdapat rumah sakitnya!". Bergabunglah dengan Benny dan 16 pendukung lainnya hari ini.