PATUT KAH PHK ?

PATUT KAH PHK ?

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!
Virzha Daru memulai petisi ini kepada PEMKAB. LINGGA

Kepada Yang Terhormat, Pejabat Tertinggi di Kabupaten Lingga, Semoga bapak/ibu sehat selalu dan semoga masih dihormati dan dicintai rakyatnya.

Petisi ini kami buat untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang sebagian besar adalah tulang punggung keluarga yang masih sangat membutuhkan pekerjaan.

"Kami hanya bisa mengadu dan mengeluh kepada perwakilan rakyat kami (DPR) untuk memperjuangkan dan mempertahankan posisi kami, selama ini kami bekerja sesuai arahan,sesuai aturan, menjadi tanda tanya dari kami semua, kenapa kami harus diberhentikan dengan cara begini ?" Ungkap salah seorang warga yang di PHK.

Bertepatan petisi ini dibuat, disebabkan kebijakan Pemimpin Daerah yang dirasa kurang mumpuni (perspektif masyarakat), dalam artian gagal dalam mewujudkan lapangan pekerjaan. Mereka (THL/PTT/sebagainya) adalah pekerja keras, yang dimaksud pekerja lapangan yang gajinya hanya cukup untuk makan sebulan, bahkan ada salah seorang pejuang penyakit jantung yang diberhentikan, lantas coba renungkan dampak dari "kebijakan" ini semua.

izinkan kami bertanya-tanya,

Kenapa orang seperti mereka yang  harus di PHK ?

Apa PEMDA tidak mampu untuk mempekerjakan lagi mereka ?

Apakah ini tepat sasaran ? 

Berbekal berita lapangan, ada sepasang Pasutri di PHK, ada juga seorang ibu yang menjadi tulang punggung keluarga yang harus berbagi piring untuk anaknya dan juga kedua orangtua nya yang masih hidup, dari gajinya setiap bulan yang segitu adanya. Serta masih banyak lagi contoh nasib mereka.. Sekarang, bagaimana nasib mereka setelah di PHK ? 

Kami minta agar bapak bisa mengkalkulasikan ulang dengan benar, sehingga tepat sasaran kalaupun memang harus di PHK kan. Menurut saya pribadi, kebijakan PHK ini selain menyayat hati masyarakat, juga berupa bentuk ketidak sanggupan dalam melayani kebutuhan masyarakat.

Masyarakat sangat kecewa dan menyesal, mereka salah dalam menanam bibit. Tidak sesuai harapan, "masyarakat di saat pandemi ini butuh pekerjaan pak untuk makan, belum saatnya butuh PT-PT yang entah kapan hadirnya, dan entah apa jaminannya SDM lokal akan banyak yg dipekerjakan...masyarakat butuh kerja bukan PHK, bukan juga pembentukan Tim-tim baru untuk evaluasi pertambangan, kalau mau bikin tim-tim an itu, kenapa nggak dinas terkait aja yang di PHK nya, kan mubazir" ungkap salahsatu warga yang diwawancarai di salah satu warung kopi.

Jangan sampai luka hati ini membusuk dari dalam.

Terimakasih, semoga bapak komprehensif atas keluhan kami.

Semoga petisi ini tembus ke tujuan.

Wassalam...

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!