Petition Closed

Kami adalah warga Indonesia yang resah dan khawatir melihat pemanasan global yang mengancam kehidupan manusia. Bumi yang semakin panas menyebabkan hidup ini tidak nyaman. Bumi bukan lagi menjadi tempat yang aman bagi hidup manusia.

 

Banjir Jakarta

Banjir besar melanda Jakarta Januari lalu. Majalah Tempo pun melakukan investigasi menengok tanah- tanah tinggi yang menjadi daerah aliran sungai kali- kali besar. Seperti yang dilakukan di Citamenag, Cisarua, Jawa Barat. Setelah banjir besar enam tahun lalu.

Ternyata DAS Cisadane sungguh mengkhawatirkan. Daya serap air terus menyusut seiring dengan pesatnya alih fungsi lahan disana. Celakanya, sementara pemerintah pusat dan pemerintah DKI Jakarta sibuk membenahi daerah hilir. Di Lokapurna, kawasan hulu DAS Cisadane dalam Taman Nasional Gunung Halimun Salak, pembangunan vila justru sedang menggeliat kuat.

Membangun vila di daerah konservasi jelas illegal. Undang- undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistemnya sudah melarang. Ancamannya hukuman penjara, maksimal 10 tahun.

 

Jakarta Semakin Panas

Kenaikan suhu di wilayah Asia Tenggara lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kenaikan suhu dunia, yang naik mencapai empat derajat celcius. Wilayah Indonesia, seperti di Kalimantan bahkan mengalami kenaikan suhu sebesar enam  derajat celsius. Sementara Sumatera mencapai lima derajat celsius.

Kenaikan suhu tersebut digambarkan dalam peta perubahan iklim yang dibuat UK Met Office yang bertema “Dampak Peningkatan  Suhu Global di Asia Tenggara”. Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Mark Canning mengatakan peta tersebut juga menggambarkan dampak dari kenaikan suhu di Asia Tenggara.

Dampak tersebut terutama terhadap perikanan laut dan perikanan budidaya di Indonesia. “Berdasarkan penelitian, Indonesia akan mengalami penurunan terbesar potensi penangkapan ikannya,” katanya saat memberikan kuliah umum tentang perubahan iklim di Perpustakaan Universitas Indonesia (UI).

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan namun juga mulai mengancam kesediaan pangan dan perekonomian di negara-negara Asia Tenggara. kenaikan suhu global rata-rata empat derajat celcius bisa menurunkan hasil panen tanaman serealia. “Seperti padi dan Jagung, bisa turun sebesar lima persen di seluruh Asia Tenggara,” katanya.

Sementara itu, dampak suhu rata-rata global sebesar empat derajat celcius terhadap kesehatan adalah banyaknya penyakit yang berhubungan dengan panas. Termasuk stres karena kepanasan, stroke dan gangguan kardiovaskular. “Penduduk perkotaan seperti Jakarta, Manila, dan Bangkok, lebih berisiko terkena penyakit,” kata dia.

Sedangkan, penyakit seperti malaria dan demam berdarah penyebaran geografisnya bisa berubah dan durasi musim penularan menjadi lebih lama.  

 

Kurangi Pemanasan Global dengan Menanam Pohon

Pemanasan global menjadi keprihatinan banyak orang di dunia ini. Mengapa? Karena pemanasan global itu mengancam kehidupan manusia. Bumi yang semakin panas menyebabkan hidup ini tidak nyaman. Bumi bukan lagi menjadi tempat yang aman bagi hidup manusia.

Salah satu penyebab dari pemanasan global adalah penebangan pohon tanpa penanaman kembali, pemakaian energi yang terlalu boros, pengolahan sampah yang tidak optimal dan penggunaan kertas yang berlebihan.

Petisi ini merupakan salah satu upaya dan gerakan dari masyarakat untuk memulihkan kondisi tersebut. Selain memberikan dukungan lewat petisi yang lebih penting lagi dari gerakan masyarakat ini adalah dengan menanam kembali pohon- pohon, baik di jalur-jalur lalu lintas padat, perkotaan, kawasan industri, maupun lahan gundul.

Melestarikan lingkungan hidup dengan menanam pohon di sekitar kita menjadi tanggung jawab kita semua. Karena itu, kita mesti ambil langkah yang tepat untuk menyelamatkan bumi kita dari pemanasan global, bencana banjir, ataupun bencana lain yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan.

Letter to
Pemerintahan Republik Indonesia
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo
Gubernur Provinsi Jawa Barat H. Ahmad Heryawan
and 2 others
Menteri Lingkungan Hidup RI Prof. DR. Balthasar Kambuaya, MBA.
Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan S.E, M.M
Kami adalah warga Indonesia yang resah dan khawatir melihat pemanasan global yang mengancam kehidupan manusia. Bumi yang semakin panas menyebabkan hidup ini tidak nyaman. Bumi bukan lagi menjadi tempat yang aman bagi hidup manusia.

Banjir besar yang melanda Jakarta Januari lalu juga cukup meresahkan keberlangsungan ibu kota sebagai pusat pemerintahan Indonesia. Setelah dilakukan pengusutan ternyata DAS Cisadane sungguh mengkhawatirkan. Daya serap air terus menyusut seiring dengan pesatnya alih fungsi lahan disana.

Untuk itu kami menuntut pemerintah dapat melakukan pengawasan dan penindakan terhadap setiap instansi terkait, terlebih Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Kehutanan, yang secara langsung bertanggung jawab terhadap permasalahan lingkungan dan pemansan global di negeri ini.

Selain itu kami berharap masyarakat luas dapat mendukung gerakan #SejutaPohonIndonesia. Sebuah gerakan masyarakat yang peduli akan lingkungan yang semakin mengkhawatrikan.

#SejutaPohonIndonesia telah menanam beberapa pohon trembesi di sekitaran jabodetabek, dan akan terus menanam di beberapa titik lain demi menurunnya pemansan global yang semakin mengkhawatirkan.

Dalam waktu dekat #SejutaPohonIndonesia juga berharap bisa mewujudkan hutan dan taman kota di beberapa daerah demi berkurangnya polusi dan emisi gas yang berlebihan di kota- kota besar di Indonesia.

Tanpa dukungan masyarakat luas, cita- cita #SejutaPohonIndonesia mewujudkan kembali segarnya udara di Indonesia tidak akan pernah terlaksana. Dukungan masyarakat luas, jelas menjadi hal terpenting dalam gerakan #SejutaPohonIndonesia.