Perbanyak Resapan Air : Bandung, kemana resapan(air)mu?

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Setiap dilanda hujan dengan intensitas tinggi, beberapa kota termasuk Bandung menemui tantangan tersendiri yang belum terselesaikan sampai saat ini : banjir. Banjir menimbulkan masalah lain yang dirasakan langsung seperti kemacetan, rusaknya kendaraan, infrastruktur seperti jalan, juga menyebarnya bibit penyakit.

Jika mau jujur, kita sebenarnya sangat membutuhkan air. Limpahan air dari langit adalah anugerah jika kita mau menerimanya, bukan malah menolaknya. Pembangunan yang masif dilakukan tanpa mempertimbangkan kepedulian kepada alam--yang kita banyak berhutang padanya, akan balik memberikan dampak buruk pada kehidupan kita. Alampun bisa marah.

Saya sebagai orang awam, warga Bandung, merasa resapan di kota Bandung sangat kurang jumlahnya. Ada beberapa hal yang saya amati :

- 'danau kota' di dekat lapangan Gazibu dan gedung sate berubah jadi gedung hotel.

- Jumlah trotoar dengan memakai cara pembetonan sangat  masif dibuat di kota Bandung. Bahkan ada di beberapa lokasi, semen yang diterapkan sampai menempel ke batang pohon. Tak menyisakan ruang bagi pohon untuk menikmati berkah air hujan.

- Taman-taman di pertigaan atau persimpangan jalan berubah wujud menjadi tugu-tugu yang saat saya intip pembuatannya, itu semen semua isinya.

- Program Biopori belum berjalan lagi. 

- Sumur Resapan atau lahan hijau minimal 30% dari total luas lahan yang sejatinya ada di aturan IMB sepertinya tidak dibuat oleh kebanyakan warga.

Saya bersyukur memiliki ketua RT yang memutuskan membuat 19 sumur resapan di RT kami, RT 4 RW 13 kelurahan Antapani Kidul Kec. Antapani. Semoga ini tak saja berlaku di RT kami. Sumur resapan ini sungguh kami rasakan manfaatnya, kalaupun air menggenang, itu hanya saat hujan saja. Lambat laun, air terserap dalam tanah dan sumur. 

Dengan ini, saya sangat berharap kepada bapak Walikota Bandung, jajaran pemkot Bandung, untuk lebih menggalakkan lagi PENAMBAHAN JUMLAH RESAPAN KOTA BANDUNG. Setidaknya kita punya ikhitiar, takdir Tuhan nanti Tuhan yang memutuskan. Hayu kita :

1. Galakkan lagi program biopori yang mudah dan murah.

2. Pantau dan tegaskan kembali aturan 30% lahan (minimal) untuk lahan terbuka hijau.

3. Bantu warga untuk membuat sumur-sumur resapan untuk tabungan air hujan.

4. Wajibkan bagi bangunan-bangungan pemerintahan, sekolah-sekolah, hotel-hotel, dan gedung-gedung lainnya memiliki banyak sumur resapan!

5. Rawat taman kita bersama. Taman yang sudah oke, tak perlu dipugar lagi dengan menambah banyak semen disana-sini. (contohnya taman di jalan Riau, sebelumnya masih layak dan bagus, tapi setelah dipugar, jumlah perkerasannya makin banyak).

6. Wujudkan Hutan kota yang pernah dijanjikan untuk dibuat di kawasan perempatan kiara condong dan jalan Jakarta. Semoga segera terwujud.

Sekian curhatan saya sebagai warga biasa, semoga niat baik ini tersampaikan.



Hari ini: Qurrotul mengandalkanmu

Qurrotul Uyun membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pemerintahan kota Bandung : Perbanyak Resapan Air : Bandung, kemana resapan(air)mu?". Bergabunglah dengan Qurrotul dan 195 pendukung lainnya hari ini.