Merubah Sistem Penjara Di Indonesia

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Merubah Sistem Penjara Di Indonesia

Oleh: Giosatya Remiza Akhsan, Tobias Nainggolan, Reyhan Zaki Zulkarnaen, Raditya Putranto

Menurut artikel https://historia.id/politik/articles/penjara-tak-bikin-tobat-DAoRb penjara berasal dari sistem hukuman Eropa yang diciptakan pada abak ke-17. Fungsi dari sistem penjara adalah untuk menggantikan hukuman mati yang ada pada saat itu. Dijelaskan juga bahwa sistem penjara bertujuan untuk mencabut kebebasan atau kemerdekaan para napi. Sistem penjara mulai masuk ke Hindia Belanda pada abad ke 19. Hukuman ini berdiri tegak diatas landasan formal pasal 10 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), yang diterbitkan pada trahun 1872. Sistem penjara dibuat sebagai hukuman untuk para orang-orang yang melanggar hukum atau melakukan tindakan kejahatan. Jangka waktu orang tersebut di penjara juga bergantung pada jenis kriminal yang orang tersebut lakukan. 

Asal-usul kata “penjara” berasal dari bahasa Jawa, Ponegoro, yang berarti “tobat”. Untuk membuat para napi tobat atau trauma untuk masuk penjara, para pegawai atau penjaga di penjara menekan, meneror, dan menggiring narapidana. Mengapa? Tujuan dari menekan, meneror, dan menggiring para napi adalah agar mereka tidak ingin lagi balik ke penjara. Namun ternyata, dengan cara para pegawai/penjaga di penjara meneror dan menekan para napi agar mereka trauma justru hanya membuat keadaan semakin parah. Sistem penjara tidak menghilangkan hukuman badan. Justru hanya melestarikan pertumpahan darah. Mengapa begitu? orang yang telah melakukan tindakan kriminal bukan seharusnya di balas dengan kekerasan namun justru di didik agar mereka balik ke jalan yang benar. Kekerasan bukanlah solusinya. Karakter seseorang dibentuk dari lingkungan mereka. Jika lingkungan seseorang lingkungan yang baik dan positif, maka karakter orang tersebut akan mencerminkannya. Selain pertumpahan darah, juga banyak aksi menyogok. Para napi melanggar pidana lagi dengan menyogok para pegawai penjara agar tetap hidup nyaman. Perilaku para napi dan para pegawai ini jauh dari tujuan awal sistem penjara. 

Kami menawarkan solusi yang lebih baik. Sistem yang kami anjurkan adalah sistem yang bertujuan untuk mendidik para napi. Mendidik orang-orang yang telah melakukan kesalahan di masa lalunya. Sistem ini tidak bertujuan untuk menghukum tetapi bertujuan untuk menyediakan tempat rehabilitas dan menyediakan pendidikan agar orang-orang dapat berubah menjadi individu yang lebih positif dan lebih baik. Cara sistemnya bekerja adalah kita akan menyediakan lingkungan yang ramah dan baik. Bagaimana caranya? masing-masing individu akan disediakan kegiatannya masing-masing pada sehari-harinya.  Hari-hari para individu akan dipenuhi oleh kegiatan-kegiatan positif. Kegiatan-kegiatan ini termasuk sesi mengobrol. Dimana masing-masing individu menemui psikolog dan mempunyai sesi untuk mereka mengobrol dan mencurahkan semua perasaan dan pikiran mereka. Setelah itu, akan dilanjuti oleh kegiatan-kegiatan olahraga, permainan catur, membaca buku, bermain instrumen, menulis, atau hobi-hobi lainnya yang individu tersebut sangat gemar melakukannya. Selain itu, kami juga akan menyediakan kamar yang layak ditinggali untuk para individu. Kebersihannya juga akan terus dijaga agar kenyaman para individu terjamin. Tujuan sistem ini bukan untuk membuat para individu ini kapok melakukan tindakan kriminal dengan cara meneror dan menekan mereka, tetapi justru untuk mengubah perspektif mereka menjadi perspektif yang lebih positif. Agar saat mereka keluar dari tempat rehabilitas, mereka menjadi orang yang berbeda. Lebih positif, sabar, dan lebih baik secara keseluruhan. 



Hari ini: Gio mengandalkanmu

Gio Akhsan membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pemerintah: Saya ingin merubah sistim penjara/hukuman di Indonesia". Bergabunglah dengan Gio dan 101 pendukung lainnya hari ini.