Keberlangsungan hidup pelamar BPPDN

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Pemerintah dan semua pihak tahu bahwa salah satu indikator kemajuan bangsa adalah kemajuan di bidang pendidikan. bangsa kita bisa merdeka salah satunya digerakan oleh dunia pendidikan.Begitu pentingnya dunia pendidikan bagi sebuah negara.Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana pendidikan kita bisa maju jika fasilitas untuk memajukan pendidikan kurang. Dosen dosen sebagai salah satu fasilitator memajukan pendidikan didorong untuk maju trus menimba ilmu di perguruan tinggi. tahun 2017 dosen dosen se-Indonesia memupuk asa untuk maju menimba ilmu sebagai calon Doktor.Dengan iming iming pemerintah kekurangan lulusan doktoral untuk membantu mengembangkan pendidikan di Indonesia. Namun fenomena krisis pendidik Indonesia terjadi. Ternyata kebutuhan pemerintah tidak diimbangin dengan tanggungjawab perintah mempermudah beasiswa bagi kami para calon doktor. ada pemangkasan kuota beasiswa tahun ini.Menjadi dramatis adalah pengumuman lulus kuota beasiswa tersebut diumumkan jauh setelah para dosen duduk sebagai mahasiswa s3 di PT masing masing. Tahukah anda,para dosen ini sudah berjuang berdarah darah meluangkan waktu dan pikiran untuk mengikuti sleksi s3 di PT masing masing. Kabar gembira datng merka lulus ujian masuk,apakbar beasiswa belum ada kabar hilal muncul.Kami ara pelamar beasiswa di minta membayar UKT.Terpaksa pinjam hutang sana kemari,masih dengan angan pemerintah pasti menjamin kita dapat bppdn.Dua bulan berjalan perkuliahan baru diumumkan ternyata kuota lulus penerima beasiswa BPPDN sangat jauh dari harapan. Bagaimana kelanjutan nasib kami..dosen dosen yang sangat semngat mengenyam pendidikan doktoral tapi terhalang biaya?dibiarkan mundurkah?.aah rasanya pemerintah tak akan selemah itu untuk dunia pendidikan kita. Kami yakin pemerintah bisa membuat quota tambahan BPPDN untuk kami mahasiswa s3 yang sudah dinyatakan lulus seleksi oleh PT masing masing. Kami berharap smua pihak yang terlibat dpaat cepat tanggap memberikan solusi terkait nasib kami ini. terimakasih. 



Hari ini: Pelamar BPPDN dan BUDI DN mengandalkanmu

Pelamar BPPDN dan BUDI DN membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pemerintah RI: Keberlangsungan hidup pelamar BPPDN". Bergabunglah dengan Pelamar BPPDN dan BUDI DN dan 178 pendukung lainnya hari ini.