SERUAN PENANGANAN PANDEMI COVID-19 DEMI KESELAMATAN NASIONAL

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Surat terbuka kepada:

1. Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia

2. Seluruh Menteri Kabinet Indonesia Maju dan Jajarannya

3. Seluruh Ketua dan anggota DPR/MPR Republik Indonesia

4. Seluruh Kepala Daerah Republik Indonesia

5. Seluruh Rakyat Indonesia

Bencana pandemi virus Covid-19 atau lebih dikenal dengan nama virus corona adalah bencana non alam yang cakupan sebarannya terbesar sejak letusan gunung Tambora tahun 1815.  Sampai saat ini tidak ada virus yang mampu menyebar secepat dan sedahsyat virus corona, lebih dari 100 negara yang sudah terinfeksi. 

Di Indonesia, belum sampai sebulan, sampai hari ini telah terjangkit 790 orang positif corona, 58 orang meninggal dan 31 orang sembuh.  Ini belum termasuk ribuan orang lain yang berstatus ODP.

Saat ini ada 2 metode yang dilakukan di dunia, yaitu yang pertama adalah social distancing dan yang kedua adalah lockdown.  Esensinya serupa, yaitu bagaimana memutus metode penularan virus dari orang ke orang melalui sentuhan langsung, antar benda, atau malah melalui udara (aiborne).

Korea Selatan menerapkan social distancing dengan kepadatan epicenternya 17.000 jiwa/km2 di Seoul dan 503 jiwa/km2 di Korea, penduduk Korea sangat patuh.  Jepang menerapkan social distancing dengan kepadatan penduduk di Tokyo 6.158 jiwa/km2 dan 899 jiwa/km2 untuk Jepang, penduduk sangat patuh pada aturan. Iran menerapkan social distancing dengan kepadatan kota Tehran 11.800 jiwa/km2 dan 50 jiwa/km2 di seluruh Iran, tingkat kepatuhannya rendah. 

Italia menerapkan lockdown seluruh negara mempunyai kepadatan penduduk 2.232 jiwa/km2 di Rome dan 206 jiwa/km2 di seluruh Italia, dengan tingkat kepatuhan rendah.  China menerapkan lockdown area dengan kepadatan penduduk di Wuhan 1.528 jiwa/km2 dan 145 jiwa/km2 untuk kepadatan penduduk seluruh China dengan tingkat kepatuhan terhadap pemerintah yang luar biasa.

Indonesia saat i ni sedang berjuang dengan mati-matian mengatasi penyebaran virus corona mempunyai tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi yaitu
14.464 jiwa/km2 di Jakarta, 940 jiwa/km2 di Pulau Jawa, sedang seluruh Indonesia tingkat kepadatan penduduknya 140 jiwa/km2.  Penduduk Indonesia sangat dikenal memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat tinggi tapi sebaliknya memiliki tingkat kepatuhan rendah terhadap aturan.

China, Jepang, dan Korea Selatan bisa melakukan pemutusan mata rantai penularan karena mereka melakukannya dengan sangat tegas, terencana, dan didukung oleh kekuatan keuangan yang sangat besar.  Sebaliknya banyak pakar menilai masih belum berhasilnya Itali dan Iran adalah karena masalah sebaliknya, ketidakpatuhan dan dukungan keuangan yang kurang.

Di dalam uraian di atas sangat jelas terlihat perbandingan tingkat kepadatan penduduk per kilometer per segi, kalau ditambah dengan perilaku penduduk Jakarta dan Pulau Jawa yang sangat padat dengan perilaku kekeluargaan yang sangat cair, maka akan menambah faktor penambah kecepatan penularan virus corona (faktor sosio-kultural).

Penduduk kita sangat sulit menerima aturan baru, ditambah kepadatan penduduk yang di jauh di atas negara lain. Pulau Jawa bukanlah Korea Selatan, Jepang, maupun wilayah lain di dunia ini.  Pulau Jawa dengan budaya puluhan ribu tahun yang susah diubah.

Bahkan hanya untuk sekedar belanja di pasar kita harus berdesakan.  Termasuk juga sektor transportasi publik masih terdapat antrian dan kerumunan.  Dan sampai sekarang perintah yang dikeluarkan presiden baru sebatas himbauan, sementara di lapangan pengumpulan massa dalam jumlah massif terus terjadi, baik untuk kepentingan keagamaan, ekonomi, maupun sosial budaya.

Untuk itu, kami merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Bapak Presiden dan semua pimpinan negara Republik Indonesia, mohon untuk segera memerintahkan karantina secara ketat daerah-daerah epicentre penularan, terutama DKI Jakarta, Jabodetabek, dan Pulau Jawa.

2. Mohon perintahkan kepala daerah dengan dibantu polisi dan TNI mulai melakukan penertiban masyarakat untuk mencegah penularan.

3. Mohon untuk segera mengalokasikan anggaran APBN dan APBD untuk penanganan bencana ini secara sangat serius, terutama untuk masalah suplai peralatan kesehatan dan bantuan kesehatan, pelayanan penanganan korban dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas fasilitas medis dan tenaga medis, pasokan pangan, ketersediaan energi, dan bantuan kebutuhan masyarakat miskin yang terindikasikan paling terdampak. 

4. Mohon pemerintah melakukan pengalokasian anggaran minimal selama 1 bulan untuk sekitar 30 juta kepala keluarga, kami estimasi hanya sebesar 90 trilyun rupiah, dengan mekanisme teknis yang diatur lebih lanjut.

5. Mohon hentikan sementara seluruh proyek dan kegiatan yang tidak terkait secara langsung dengan bencana virus corona ini.

6. Mohon pemerintah menyerukan instansi dan perusahaan, di luar sektor kesehatan, pangan, energi dan logistik – agar mengurangi kegiatan usahanya semaksimal mungkin – sehingga pegawainya dapat bekerja dari rumah.

7. Mohon pemerintah segera menghentikan transportasi publik seperti MRT, KRL dan TransJakarta, demi mencegah kerumunan. Untuk warga yang bekerja di sektor kesehatan, pemerintah menyediakan transportasi khusus untuk antar-jemput mereka.

8. Mohon pemerintah aktif menggerakkan partisipasi warga negara untuk bersama-sama menangani pandemi virus Corona

9. Kepada seluruh masyarakat Indonesia, mari kita patuhi semua anjuran dan larangan dari pemerintah.  Tinggal di rumah saja kecuali ada keperluan yang sangat mendesak.

10. Mari kita bantu saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan, ini saatnya Indonesia diuji rasa persatuan dan kemanusiaannya.

Inilah saatnya kita bersatu, inilah saatnya bangsa ini menjadi bangsa yang lebih besar.  Para pendahulu kita dulu telah berhasil mengalahkan belenggu penjajahan, kita buktikan sekarang bahwa bangsa kita adalah bangsa besar yang akan mampu berhasil dan lolos dari segala cobaan.

Doa dan salam kami semua selalu untuk seluruh tenaga medis dan para pengambil keputusan, serta seluruh rakyat Indonesia.  Semoga kita semua tetap sehat dan berhasil dari ujian bersama ini.

MERDEKA!

Kami para pengusul:

1.       Dicky Edwin Hindarto, dickyedwin@gmail.com, 087763204997

2.       Eko Setiadi Prasadhana, setiadipradono21@gmail.com, 08119202965

3.       Priatna Ahmad Budiman, priatnaab@gmail.com , 081310870259

4.       Awang Riyadi, awangriyadi@gmail.com, +62 812-8215-659.