Segerakan Pembangunan PLTA Batangtoru

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Jangan Jual Isu Lingkungan, Perempuan Butuh Listrik

Kami kaum perempuan Batang Toru sudah tidak tahan melihat berlarut-larutnya masalah pembangunan PLTA Batang Toru. Kami bukannya tidak peduli dengan lingkungan dan ekosistem, tapi rumah kami sering gelap karena pemadaman listrik bergilir begitu lama. Kami bukannya tidak peduli dengan pertumbuhan industri kota Medan yang terhambat karena kekurangan listrik, tapi kami sekarang membutuhkan listrik untuk rumah tangga kami.

Banyak kelompok yang menamakan diri mereka aktivis lingkungan menolak pembangunan PLTA Batang Toru, tapi sesungguhnya mereka tidak tahu betapa gelapnya kampung kami. Tak pernah merasakan susahnya ibu-ibu melahirkan tanpa listrik. Tak pernah mau tau bagaimana kami merawat bayi dan anak-anak kami dalam kegelapan, apalagi ketika mereka terserang sakit.

Untuk itu kemi meminta kepada seluruh sahabat kami yang peduli terhadap penderitaan perempuan dan anak untuk mendukung petisi kami.

1.       Kawan-kawan aktivis lingkungan jangan hanya menjual kampung kami untuk kepentingan anda. Padahal sejengkal dari rumah kami, tambang besar Martabe yang setiap hari menghasilkan limbah di sungai-sungai kami, anda diamkan.

2.       Meminta pemerintah dan pihak terkait untuk melanjutkan pembangunan PLTA Batang Toru agar hidup keluarga kami lebih terang.

3.       Kembalikan hak kami untuk hidup lebih baik dengan menyegerakan pembangunan PLTA Batang Toru.

Demikian petisi ini kami buat demi menyelamatkan keluarga dan anak-anak kami yang kurang terawat dengan baik dalam kegelapan. Kami bersimpuh mengucapkan terimakasih kepada sahabat perempuan dan kaum peduli perempuan dan anak, atas dukungannya pada petisi kami ini.



Hari ini: Pejuang Energi Perempuan mengandalkanmu

Pejuang Energi Perempuan membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pemerintah Republik Indonesia: Segerakan Pembangunan PLTA Batangtoru". Bergabunglah dengan Pejuang Energi Perempuan dan 23 pendukung lainnya hari ini.