Pemerintah Pusat segera tegaskan urgensi virus corona kepada Pemda seluruh Indonesia!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia,

di Tempat.

 

Pada tanggal 31 Desember 2019, kasus pneumonia yang terdeteksi di Wuhan, China pertama kali dilaporkan ke WHO. Selama periode yang dilaporkan, virus tersebut belum diketahui. Kasus-kasus tersebut terjadi antara 12 - 29 Desember 2019. Padahal virus ini lah yang dikemudian hari diketahui seluruh dunia sebagai Coronavirus disease (COVID-19), hingga WHO menetapkannya sebagai pandemik global pada Rabu, 11 Maret 2020.

Periode awal pemberitaan tentang virus corona tersebar, Pemerintah Indonesia belum menanggapi hal tersebut dengan serius. Masih banyak WNI yang diizinkan untuk pergi ke luar negeri, maupun turis asing yang diperbolehkan masuk ke dalam negeri. Bahkan, komentar-komentar yang semestinya tak perlu beberapa kali dilontarkan oleh pejabat-pejabat publik. Hal ini terjadi karena saat itu virus corona belum masuk ke Indonesia. Sampai akhirnya hal yang tidak diinginkan pun terjadi. Pada tanggal 2 Maret 2020, Presiden RI mengumumkan bahwa 2 orang WNI dinyatakan positif corona karena melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Tentu saja hal ini menggegerkan dan membuat reaksi yang besar dari publik. Hari demi hari, penyebaran virus corona terus mengalami kenaikan, yang mencapai 30% per hari dengan tingkat kesembuhan 10%. Sampai hari Minggu, 15 Maret 2020 jumlah penderita tercatat sudah mencapai 117 orang yang tersebar di berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Belum lagi ditambah dengan orang-orang yang berstatus suspect corona. Dan baru-baru ini masyarakat kembali digegerkan dengan pemberitaan salah satu anggota kabinet, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang dinyatakan positif corona. Kemudian kekecewaan memuncak ketika saya menghubungi teman-teman saya yang berada di berbagai Provinsi (terutama di luar Pulau Jawa), dan mendapatkan informasi bahwa masih banyak masyarakat awam yang belum concern akan hal ini, karena kurangnya peran Pemerintah Daerah.

Semua hal tersebut tentu merupakan bukti nyata, bahwa rakyat maupun pemerintah Indonesia sudah tidak bisa lagi menganggap remeh wabah virus corona. Namun hal yang saya tuliskan di atas adalah hal-hal yang terjadi di masa lalu, kita masih memiliki kesempatan untuk berubah. Dimana terdapat kemauan, disana ada jalan. Indonesia sejak dahulu memang sudah dihadapkan dengan berbagai permasalahan, akan tetapi kita dapat melalui semua permasalahan itu. Jadi, tidak ada kata menyerah dan tidak ada yang tidak dapat kita hadapi bersama-sama.

Oleh karena itu, termotivasi dialog saya dengan berbagai pihak dan teman-teman yang berasal dari berbagai penjuru negeri, serta didorong oleh itikad baik saya sebagai warga negara untuk turut berkontribusi menyelesaikan permasalahan di negeri tercinta, saya dan Warga Negara Indonesia lainnya yang peduli dengan keadaan negara ini, meminta Bapak Joko Widodo, selaku Presiden Republik Indonesia, untuk segera menegaskan urgensi virus corona kepada Pemerintah Daerah seluruh Indonesia. Yang diantaranya dengan melakukan tindakan-tindakan konkret serta menghimbau secara tegas kepada seluruh Kepala Daerah di Indonesia agar melakukan sterilisasi daerahnya dan sangat membatasi aktivitas masyarakat. Adapun beberapa alasan yang mendukung permintaan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Dukungan dari berbagai tokoh nasional, organisasi, partai politik, maupun kalangan masyarakat terhadap pembatasan terhadap aktivitas-aktivitas masyarakat guna menekan tingkat penyebaran.
  2. Kenaikan jumlah penderita virus corona yang semakin tinggi setiap harinya. Sangat membatasi aktivitas masyarakat diharapkan mampu memperlambat tingkat infeksi.
  3. Pergerakan manusia yang apabila tidak dibatasi, dapat memperluas penyebaran virus corona di Indonesia.
  4. Kekurangan dan ketidaksiapan fasilitas, sarana, dan prasarana kesehatan dalam menunjang kebutuhan akan perawatan virus corona di berbagai daerah yang ada di Indonesia.
  5. Kurangnya pengetahuan masyarakat terkait virus corona (penyebab, dampak, pola penyebaran, dan lain-lain) di berbagai daerah, terutama daerah tertinggal.
  6. Kewajiban pemerintah untuk melindungi segenap bangsa indonesia, sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 Alinea ke-4.

Kami merasa, bahwa untuk saat ini saran di atas merupakan solusi terbaik untuk mengurangi dampak virus corona dan penyebarannya di Indonesia. Hal ini tentu harus diakomodasi dengan berbagai aspek penting seperti ketersediaan kebutuhan pokok dan regulasi-regulasi yang mengatur secara jelas. Kebijakan sejenis itu sendiri telah dilakukan di berbagai negara, seperti: Italia, Mongolia, Filipina, dan Arab Saudi. Tentu dalam setiap pengambilan keputusan, terdapat dampak negatif (seperti terhadap perekonomian) yang menyertainya. Namun hal itu merupakan konsekuensi logis yang semestinya kita hadapi, demi mencapai tujuan yang lebih baik. Prioritas saat ini adalah, bagaimana meminimalisir persebaran dan dampak yang ditimbulkan dari wabah virus corona. Karena lebih baik mencegah daripada mengobati.

Terakhir, saya memohon maaf apabila terdapat kesalahan ataupun kata yang menyinggung pembaca. Saya selalu terbuka untuk kritik dan saran yang hendak disampaikan. Tulisan ini juga sama sekali bukan bermaksud untuk menjatuhkan pemerintah, melainkan hanyalah sebuah penyampaian aspirasi. Pada akhirnya, saya hanyalah seorang rakyat biasa yang terdorong memulai petisi ini karena kepedulian terhadap bangsa dan tanah air. Terimakasih atas perhatiannya.

Bersama, Lawan Corona!

Indonesia Bisa!

Jakarta, 15 Maret 2020

 

 

Rafi Eltharik