PENUTUPAN SEMENTARA ARUS PENUMPANG BANDARA & PELABUHAN DI PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


PENUTUPAN SEMENTARA ARUS PENUMPANG BANDARA & PELABUHAN PENUMPANG DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Mari kita dukung bersama upaya pencegahan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk melindungi masyarakatnya dari infeksi COVID 19. Telah banyak langkah preventif yang dilakukan guna masuknya virus COVID-19 ke Negeri Serumpun Sebalai. Namun dengan meningkatnya jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam kurun singkat, maka diperlukan langkah yang lebih ketat dan tegas.
Ketersediaan fasilitas, peralatan dan tenaga kesehatan kesehatan di provinsi ini tidak siap untuk menghadapi situasi pandemik, sehingga tidak memungkinkan untuk menghadapi lonjakan pasien COVID-19 di kemudian hari. Untuk tetap menjaga kasus COVID-19 tetap negatif di Negeri Serumpun Sebalai ini, maka PETISI ini adalah dukungan dan masukan dari masyarakat atas upaya :
1. Penutupan sementara arus penumpang di bandara dan pelabuhan di Provinsi Bangka Belitung selama minimal 2 (dua) minggu sampai 1 (satu) bulan, dan atau menyesuaikan dengan kondisi perkembangan penyebaran COVID-19.

2. Arus logistik/Spesimen Medis/Alat Pelindung Diri (APD)/Bantuan/Sembako tetap berjalan melalui proses dekontaminasi.

Harus kita sadari, ini sebuah langkah yang berat dan rumit yang akan berdampak kepada banyak pihak dan multi sektor, namun memiliki tujuan untuk melindungi kepentingan yang lebih besar yaitu keselamatan seluruh masyarakat Bangka Belitung dari infeksi COVID-19.
Jika memang terjadi infeksi, karena memang sulit dihindari, semoga dengan dua langkah tersebut dapat meminimalisir jumlah masyarakat yang terinfeksi COVID-19. Sehingga jumlah penderita masih bisa tertolong secara optimal karena masih bisa tertampung dengan kapasitas yang ada.

Penutupan sementara arus penumpang setidaknya memberikan kemanfaatan :
1. Memberi ruang dan waktu para tenaga kesehatan dan RS memodifikasi ruangan untuk membuat tambahan ruangan isolasi sesuai standar;
2. Memberi kesempatan proses birokrasi untuk masalah pencairan dana dan pengadaan APD, tambahan sarana dan prasarana terkait keperluan untuk menghadapi wabah;
3. Memberi waktu untuk Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten membuat RS darurat dan proses rekrutmen relawan medis dan relawan non medis;
4. Jika suatu saat Bangka Belitung kemungkinan besar terdampak, minimal tidak terjadi outbreak dan tidak dalam waktu bersamaan dalam jumlah banyak.
5. Laporan para dokter di IDI yang bertugas di Puskesmas, terjadi lonjakan ODP (mahasiswa, pelajar dan pekerja mudik dari daerah redzone (Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dll). Kemudian, diperoleh data terdapat orang yang “mengungsi” ke Bangka Belitung, karena melihat Bangka Belitung masih negative COVID-19.

Pulau Bangka, Belitung dan gugus pulau-pulau lainnya, termasuk pulau kecil yang terisolasi secara geografis oleh lautan, jika ada yang terinfeksi virus ini dan menjadi wabah maka penularan akan sangat cepat dan kemungkinan memakan korban yang banyak.

Oleh karena itu, demi keselamatan khalayak banyak maka kita berjuang bersama untuk mencegah virus ini masuk ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui salah satunya ikhtiar dalam petisi ini. Semoga Allah SWT, Tuhan Pencipta, melindungi kita semua. Aamiin Yaa Robbal'alamin