Mengecam Pembubaran Kebaktian Gereja HKBP Oleh FKOI Pasaman Barat

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Pengusiran jemaat Gereja HKBP di Pasaman Barat adalah tragedi berulang di Indonesia, mencederai toleransi dan hak atas kebebasan beragama. Pada 25 Februari 2018 telah terjadi pembubaran paksa oleh Forum Komunikasi Organisasi Islam (FKOI) Pasaman Barat terhadap pelaksanaan kebaktian Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Kanagarian Kinali, Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Puluhan orang yang melakukan pembubaran paksa beralasan rumah yang digunakan untuk kebaktian tidak memiliki izin resmi sebagai tempat peribadatan. Ironisnya pembubaran dilakukan oleh orang-orang yang bukan warga setempat alias orang yang berasal dari daerah lain.  Akibat pembubaran tersebut, Satpol PP Kabupaten Pasaman Barat harus mengevakuasi korban yang sedang melaksanakan ibadah. Gereja berlokasi di areal Perkebunan Sawit milik PTP Nusantara VI yang telah dimanfaatkan lebih dari 10 tahun, HKBP mengaku memanfaatkan tempat kebaktian tersebut dikarenakan gereja resmi milik HKBP berlokasi jauh berada di kota kecamatan Kinali, menyebabkan anak-anak dan perempuan ketakutan bahkan histeris. ​Berdasarkan informasi jemaat HKBP lainnya, Forum Komunikasi Organisasi Islam (FKOI) merupakan organisasi Islam intoleran yang kerapkali melakukan tindakan intoleran terhadap kelompok-kelompok non Muslim dan telah menghentikan pembangunan 2 (dua) gereja, yakni Gereja Katolik Stasi Mahakarya dan Gereja Pantekosta Sion Indonesia (GPSI) pada 2013. Di sisi lain, pada Mei 2014, di Kabupaten Pasaman selang 5 tahun terakhir juga telah terjadi aksi intoleransi dalam bentuk pembakaran Gereja Katolik Santa Maria dan HKBP di Kecamatan Kinali.

Berdasarkan hal tersebut, Aliansi Sumut Bersatu (ASB) mengecam tindakan intoleransi tersebut dan mendesak:

1.    Pemerintah Daerah Pasaman Barat dan jajarannya menyelesaikan konflik intoleransi dan memberikan rasa nyaman dan aman bagi korban intoleransi untuk dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinannya tanpa rasa takut akan intimidasi dan pembubaran, serta tidak tunduk pada tekanan kelompok intoleran.

2.    FKUB setempat agar tidak mempersulit dan dapat segera memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadah dengan memberikan pertimbangan khusus atau afirmatif bagi daerah-daerah yang jauh dari akses pemerintahan kabupaten. Serta mengumpulkan para tokoh-tokoh agama untuk duduk bersama dalam mencegah konflik susulan sebelum kasus ini tuntas selesai dan berdamai.

3.    Adanya pendampingan dan Pengawalan dari kelompok sosial lainnya seperti organisasi masyarakat, akademisi , organisasi mahasiswa, media di Pasaman Barat yang bisa mengkritisi dan membantu penyelesaian kasus ini kedepannya untuk dapat bersinergi dengan pemerintah dan stakeholder lainnya. Hal ini bertujuan agar tidak terulang kembali dengan harapan lebih giat lagi dalam mengkampanyekan perdamaian dan keberagaman.

4.    Pemerintah wajib memfasilitasi rumah ibadah untuk jemaat HKBP Pasaman barat agar setiap warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya.

 

Salam Kebersamaan dalam Keberagaman

Aliansi Sumut bersatu

 

Cp : Ferry Wira Padang/Ira   : 0813 9692 8252

         Gabriel                           : 0852 7028 0744



Hari ini: Andriaman mengandalkanmu

Andriaman Lukas membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pemerintah: Mengecam Pembubaran kebaktian HKBP FKOI PASAMAN BARAT". Bergabunglah dengan Andriaman dan 22 pendukung lainnya hari ini.