BATASI JAM OPERASIONAL TRUK DI SELURUH WILAYAH TANGERANG SELATAN

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Maraknya kecelakaan lalu lintas yang di akibatkan oleh truk bertonase besar di wilayah Kota Tangerang Selatan, hingga mengakibatkan korban jiwa merupakan hal yang harus di tanggapi serius oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Pasalnya Perwal No 3 tahun 2012 tentang pengaturan waktu operasi kendaraan angkutan barang hanya di peruntukan pada Jalan Raya Serpong ( Batas Kota Tangerang – Batas Kabupaten Bogor ) yang di atur waktunya pada pukul 22.00 - 05.00 selebihnya ruas Jalan Raya di Kota Tangerang Selatan di atur oleh keputusan walikota.

Insiden kecelakaan yang terjadi antara truk tanah dengan pengendara motor pada tanggal 14 Oktober 2019 yang terjadi di Graha Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan pada pukul 16.00 WIB yang mengakibatkan satu mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah meninggal, menjadi peristiwa kecelakaan kesekian kalinya yang disebabkan oleh truk bertonase besar, kejadian tersebut menegaskan bahwa masih lemahnya perwal terkait pengaturan waktu operasi kendaraan angkutan barang yang cakupannya tidak luas.

Maka dari itu kami TRUTH (Tangerang Public Transparency Watch ) Mengajak seluruh masyarakat Kota Tangerang Selatan menandatangani petisi ini dengan tujuan mendesak Pemerintah Kota Tangerang Selatan Mengkaji ulang Perwal No 3 Tahun 2012 yang hanya mengatur ruas Jalan Raya Serpong ( Batas Kota Tangerang - Batas Kabupaten Bogor ) dan membuat regulasi yang mengatur jadwal operasional truk yang bermuatan barang yang mencakup seluruh wilayah kota Tangerang Selatan.

Petisi ini akan kami sampaikan kepada Walikota Tangerang Selatan dan pejabat terkait sebagai bentuk evaluasi serta mendorong agar ada aturan yang jelas sehingga tidak terjadi lagi Truk yang Hilir mudik di Luar jam operasional.