Pemkot Palu, lindungi situs sejarah bekas Dermaga Limbuo

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Pasca bencana 28 September 2018 lalu, situs sejarah tiang pancang bekas Dermaga Pelabuhan Limbuo, kembali muncul ke permukaan, di muara sungai Pondo, di sekitar pantai Talise, salah satu kawasan pesisir diTeluk palu yang terdampak tsunami pada bencana 28 September 2018 lalu. 

Kemunculan tiang pancang Dermaga Pelabuhan Limbuo ini, menghidupkan kembali sejarah kawasan pelabuhan tua tersebut, sebagai pintu gerbang komoditi ekspor Kota Palu, salah satunya garam Talise. Pelabuhan ini beroperasi di 1920an hingga periode 1970an. Di sekitarnya, berdiri Kantor KPM, perusahaan pelayaran Belanda, gudang penyimpanan garam, serta tambak garam Talise.

Pada awal kemunculannya, tiang pancang yang ada berjumlah 8 tiang. Namun dalam seminggu terakhir, warga sekitar dihebohkan dengan hilangnya sejumlah tiang pancang tersebut dan kini menyisakan empat tiang saja. di bekas tiang pancang yang raib, nampak bekas gergaji dan las untuk memotong. Ulah oknum tidak bertanggung jawab ini sebenarnya merugikan, di tengah potensi kawasan tersebut sebagai kawasan wisata kebencanaan yang menjadi salah satu sarana pembelajaran mitigasi kebencanaan bagi masyarakat.

Belum adanya penetapan lokasi cagar budaya oleh pemerintah, juga menjadi pemicu. Untuk itu melalui petisi ini, diharapkan Pemerintah Kota Palu bergerak cepat menetapkan kawasan ini sebagai kawasan situs sejarah yang dilindungi dan diberi penanda agar tidak dirusak oleh tangan-tangan jahil. .

Informasi terkait sejarah Dermaga Limbuo dapat dilihat di: 

http://jefriantogie.blogspot.com/2018/10/dari-dermaga-limbuo-hingga-garam-talise.html

,