Perlakukan masyarakat yang belum memakai masker dengan humanis, tanpa makain!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai berlaku pada hari ini, Senin 11 Mei 2020. Selama PSBB berlaku, sejumlah ruas jalan menuju Bundaran Besar Palangka Raya akan ditutup dan sejumlah titik jalan juga dijaga oleh tim gabungan TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan kota Palangka Raya. 

Namun, dalam pelaksanaan PSBB tersebut ada hal yang melukai rasa kemanusiaan, seperti di salah satu post penjagaan yang ada di bawah jembatan kahayan tepatnya di Jl. S. Parman, melalui vidio yang viral di sosial media nampak seorang bapak yang tidak menggunakan masker di minta untuk pulang kerumah mengambil masker nya dan Kartu tanda penduduk (KTP) nya ditahan oleh petugas yang menjaga post. Bapak tersebut dimarahi dengan arogan oleh beberapa oknum petugas. 

Dalam vidio bapak tersebut berkata bahwa bensin motor nya tidak cukup untuk kembali kerumah mengambil masker dengan kasar petugas tersebut memberikan uang kepada bapak untuk membeli bensin agar mengambil masker dan kembali mengambil KTP, namun saat hendak berangkat ada oknum petugas yang berkata dengan kasar dan arogan menuduh bapak tersebut "bilang aja mau minta duit, kok ribut", dengan penuh keberanian bapak tersebut mengembalikan uang uang diberikan oleh oknum petugas tersebut kepadanya. 

Perlakuan tidak humanis oknum petugas kepada masyarakat kota Palangka Raya yang tidak menggunakan masker dalam penerapan PSBB hari pertama ini merupakan tindakan yang melukai kemanusiaan, alih-alih memberi edukasi malah masyarakat dicaci maki, bahkan bapak tersebut dituduh hanya ingin meminta uang. Apakah begini kualitas pelayanan publik kita? 

Melalui petisi ini, kami mengajak masyarakat Kota Palangka Raya untuk mendorong pelaksanaan PSBB yang lebih humanis dan responsif apalagi terhadap masyarakat yang bisa dikatakan tidak punya privilege untuk mendapatkan akses informasi secara digital. Melalui petisi ini, kita mendorong oknum petugas yang bersikap arogan tersebut untuk meminta maaf secara pribadi kepada bapak yang dituduh hanya ingin meminta uang tersebut. Mari galang solidaritas, tetap merawat kemanusiaan, bubuhkan tanda tangan mu! 

Barang siapa mempunyai sumbangan pada kemanusian dia tetap terhormat sepanjang zaman, bukan kehormatan sementara.

*Pramoedya Ananta Toer*