Petisi ditutup

Tuntut Pemkot Kediri Lanjutkan Pembangunan Jembatan Brawijaya

Petisi ini mencapai 58 pendukung


Melihat tragedi yang terjadi pada jembatan-jembatan tua di kediri akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan. Tanggal 28 februari lalu jembatan tua yang berada di kecamatan Mojo Kabupaten Kediri telah ambruk. Jembatan tua Mrican sebagai penghubung Kediri Kota dan Kabupaten juga roboh pada tanggal 2 Maret lalu. Hal ini dikarenakan karena kondisinya yang sudah tua dan rapuh. Pun demikian, kondisi jembatan lama kota Kediri yang menghubungkan Kecamatan Mojoroto dan Kecamatan Kota sudah sangat mengkhawatirkan. Apa lagi kebakaran yang menyulut sebagian jembatan yang berusia 148 tahun itu telah membuktikan bahwa jembatan tersebut sudah keropos dan rawan roboh.

Melihat dari fungsinya, jembatan tersebut sampai saat ini masih menjadi pusat jalur transportasi masyarakat. Masyarakat juga bisa melihat bahwa ada jembatan baru yang lebih layak digunakan jika pembangunannya segera diselesaikan. Maka sangat disayangkan jika jembatan baru itu harus mangkrak 4 tahun lamanya tanpa manfaat yang signifikan. Melihat kondisi ini, pemerintah masih saja tidak segera melanjutkan pembangunan jembatan dengan alasan masalah hukum.

Padahal, program pemerintah Kota Kediri tentang "Harmoni Kediri the service city", salah satu fokusnya adalah pembangunan. Terbukti 4 taman kota telah jadi dan sudah bisa digunakan oleh masyarakat. Namun lagi-lagi harus disayangkan ketika program tersebut membuat pemerintah Kota Kediri harus lupa dengan pembangunan jembatan mangkrak, meskipun telah menganggarkannya sebagai tiga mega proyek multy years Kota Kediri.

Tiga mega proyek tersebut adalah pembangunan Rumah Sakit Gambiran 2, pembangunan Kampus Politeknik dan satunya adalah Pembangunan Jembatan Brawijaya. Namun apa yang terjadi? Jembatan yang diproyeksikan jadi di tahun 2013, ternyata sampai tahun 2017 belum juga tersentuh dan belum dilanjutkan. Meskipun pemerintah kota Kediri telah melayangkan surat kepada Presiden untuk meminta solusi. MA juga telah mengeluarkan surat putusan kasasi dengan nomor 48B/Pdt.Sus-Arbt/2016 pada tanggal 27 Desember 2016 lalu tentang penetapan PT. Fajar Parahyangan sebagai pemenang lelang dan untuk segera melanjutkan pembangunan dalam waktu dekat.

Selain itu, Pemerintah Kota Kediri juga telah mendapatkan surat balasan dari Presiden RI melalui Kementrian Sekretaris Negara yang mengundang Wali Kota untuk membahas kelanjutan pembangunan Jembatan Brawijaya. Dalam pertemuan tersebut menghasilkan 6 poin yang mendorong agar pembangunan Jembatan Brawijaya Segera digarap. Enam poin tersebut adalah:

1.    Pemerintah Kota Kediri telah menerima surat dari Kementrian Sekretariat Negara terkait hasil rapat di Kementrian Sekretariat Negara pada hari Senin, 10 Juli 2017.

2.    Pemkot membentuk Tim Kota Kediri Penyelesaian Pembangunan Jembatan Brawijaya.

3.    Pengkajian/penghitungan/penyesuaian harga satuan sesuai peraturan yang berlaku (Permen PU Nomor 28 Tahun 2016

4.    Melakukan koordinasi dengan PT Fajar Parahiyangan agar pelaksanaan pembangunan bisa segera dilaksanakan dengan memperhitungan sisa waktu dan anggaran.

5.    Menyampaikan surat kepada Ketua MA untuk meminta audiensi berdasarkan surat hasil rapat di kementrian Sekretaria Negara pada hari senin, 10 Juli 2017.

6.    Melakukan cut of atau MC 0 dengan pendampingan dari peserta rapat di Kementrian Sekretarian negara ( Bareskrim, BPKP, Kejaksaan Agung, Kementrian PU PR, dan LKPP).

Namun, poin-poin kesepakatan tersebut masih berpotensi digunakan Pemerintah Kota Kediri untuk mengulur-ulur kelanjutan pembangunan Jembatan, karena tidak ada batasan waktu tertentu untuk pelaksanaan pembangunan jembatan.

Masyarakat hari ini semakin cerdas, dan sadar bahwa ternyata selama ini telah dibodohi dan dibohongi dengan berbagai macam bahasa diplomatis; "Sedang dalam proses, masih berjalan, segera dilaksanakan, dan lain sebagainya". Ungkapan semacam itu telah menipu masyarakat secara luas dengan berbagai harapan palsu dari pemerintah Kota Kediri selama 4 tahun tentang pembangunan Jembatan Brawijaya.

Dengan ini, atas nama Masyarakat Kota Kediri menuntut kepada Pemerintah Kota Kediri untuk:

1. Mengklarifikasi atas sejauh mana Pemerintah Kota Kediri menyiapkan dan membentuk Tim Kota Kediri Penyelesaian Pembangunan Jembatan Brawijaya.

2. Memberikan transparansi kepada Masyarakat terkait anggaran dan kontrak kerja pembangunan Jembatan Brawijaya dengan PT Fajar Parahyangan.

3. Segera melanjutkan pembangunan Jembatan Brawijaya paling lambat 2 bulan setelah tanggal 8 Agustus 2017.

tag #mangkrakmasabu #harmonikediri

 

Ttd.

Atas Nama

Masyarakat Kota Kediri



Hari ini: Masyarakat Kota Kediri mengandalkanmu

Masyarakat Kota Kediri membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pemerintah Kota Kediri: Tuntut Pemkot Kediri Lanjutkan Pembangunan Jembatan Brawijaya". Bergabunglah dengan Masyarakat Kota Kediri dan 57 pendukung lainnya hari ini.