Dukung Kota Jogja Bebas Sampah Visual

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Yogyakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki semboyan "Yogyakarta Berhati Nyaman". Namun, saat ini semboyan tersebut rasanya perlu dipertanyakan lagi karena marakya kemunculan sampah visual di lingkungan Kota Yogyakarta. Iklan-iklan sedot WC, bantuan dana cepat, jasa skripsi, pengobatan-pengobatan tradisional dan yang paling menggangu adalah iklan telat haid yang sering kita jumpai ketika menyusuri jalan-jalan utama di Kota Yogyakarta dari jalan A.M Sangaji, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Cokraminoto, jalan Cik Di Tiro, sekitar Lempuyangan, sekitar Kridosono, selain itu masih banyaknya reklame-reklame yang dipasang ditrotoar jalan walaupun telat mendapatkan izin.

Peraturan terkait reklame telah diatur dalam Perda Kota Yogyakarta No. 2 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Reklame. Reklame menurut pasal 1 ayat 3 adalah benda, alat, perbuatan atau media yang menurut bentuk dan corak ragamnya dirancang untuk memperkenalkan,menganjurkan,mempromosikan, atau untuk menarik perhatian umum terhadap barang, jasa, orang atau badan, yang dapat dilihat, dibaca, didengar, dirasakan, dan/atau dinikmati oleh umum. Salah satu faktor yang mendukung menjamurnya sampah visual di Kota Yogyakarta adalah masih longgarnya penegakan hukum yang berkaitan dengan sampah visual. Dalam Pasal 6 ayat 1 menyebutkan pada point pertama bahwa reklame dilarang diselenggaarkan pada trotoar jalan, akan tetapi faktanya masih banyak iklan yang terpasang di trotoar jalan seperti yang terlihat di jalan Cik Di Tiro.

Permasalahan ini akan terus berlanjut jika tidak ada dorongan dari masyarakat kepada pemerintah untuk mulai memperhatikan dan mempriortaskan permasalahan sampah visual di Kota Yogyakarta untuk segera ditangani. Untuk itu, kami mengajak masyarakat untuk bergerak bersama mendorong pemerintah untuk menindak tegas penyelenggara reklame yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku dan menertibkan sampah-sampah visual yang dinilai mengganggu lingkungan Kota Yogyakarta, sehingga mampu mewujudkan Kota Yogyakarta, kota berhati nyaman dan Bebas Sampah Visual. 



Hari ini: Aliansi Komunitas mengandalkanmu

Aliansi Komunitas Lingkungan Yogyakarta membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pemerintah Kota Jogja: Dukung Kota Jogja Bebas Sampah Visual". Bergabunglah dengan Aliansi Komunitas dan 463 pendukung lainnya hari ini.