Rumah Singgah untuk Ibu Hamil dan Menyusui

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Miris rasanya mendengar berita di TV mengenai seorang Ibu yang membunuh bayinya, dan bahkan balitanya. Bagi sebagian orang mungkin beranggapan tega sekali ibu itu, tapi sebagian orang lagi termasuk saya, mungkin saja ibu itu menderita apa yang dinamakan "Baby Blues"

Sebagai seorang Ibu yang pernah mengalami Baby Blues, sedih rasanya jika Ibu2 yang baru saja melahirkan tidak mendapatkan edukasi yang tepat. 

Baby blues yang dialami kebanyakan karena perasaan ketidakmampuan mereka dalam memberikan ASI, merasa sendirian tidak ada yang menemani. 

Ketidakmampuan dalam memberikan ASI bisa terjadi karena tingkat stress yang tinggi, misal merasa sendirian karena suami yang kerja di luar dan pulang larut, masih punya balita yang perbedaan jaraknya sedikit, atau karena masalah teknis lain, seperti puting susu ke dalam, bayi yang belum bs menyusui dengan benar ataupun asupan gizi ibu menyusui yang tidak memadai.

Untuk urusan gizi, sebetulnya makanan bagi ibu hamil dan menyusui tidaklah mahal. Tersebar di Pasar2 tradisional dan modern. Tetapi karena faktor2 di atas hingga tingkat stress ibu menyusui meningkat, mereka banyak tidak memikirkan gizi untuk dirinya yang akhirnya berpengaruh terhadap bayinya. 

Belum lagi masalah2 tentang tekhnik menyusui yang biasanya kita dapat ilmunya di Klinik Laktasi. Sebagai pejuang ASI. Saya benar2 ingin Anak Indonesia tumbuh pintar, sehat, cerdas yang dimulai dari saat Ibu hamil sampai menyusui 2 tahun, yang berimbas pada Kenaikan Pendapatan Domestik Bruto saat mereka tumbuh besar nantinya. 

Atas dasar inilah, saya mendorong Pemerintah Pusat, terutama tingkat2 kelurahan atau desa untuk mendorong didirikannya "Rumah Singgah" untuk ibu2 hamil dan menyusui. Di Rumah Singgah inilah kita akan dapat edukasi beserta makanan dengan gizi seimbang. Mereka tidak akan merasa sendirian lagi dalam mengurus bayi atau balitanya.

Selain itu, di Rumah Singgah tersebut ingin rasanya juga para orang tua diajarkan ilmu parenting. Ada kajian2 yang membahasanya dengan mendatangkan Ustadz dan Psikolog2 anak. Ataupun para relawan yang bisa sharing pengalaman2 mereka dalam mendidik anak. 

Semoga teman2, terutama Ibu2 dan para Suami2 mau membantu saya dalam menandatangi petisi ini. Karena menurut saya, hal inilah yang menjadi sebab utama pertumbuhan anak2 di Indonesia masih terlihat perbedaannya dengan anak2 dari Negara Maju. Terima kasih.

Jazakumullahu Khairan Katsiro