Hentikan premanisme berkedok juru parkir liar

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Sadar gak disekeliling kita makin marak yang namanya parkir liar. Emang sih semenjak volume kendaraan yang meningkat tanpa dibarengi perluasan lahan parkir, profesi yang satu ini juga ikut menjamur.

UU 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan menyebutkan bahwa parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya.

Faktanya, marak ditemukan petugas parkir yang tetap meminta pungutan tarif yang ada pengemudinya. Hal ini bertentangan dengan aturan dan konsumen pengguna jasa parkir. Termasuk anda, bukan?

Disamping itu, regulasi parkir yang belum jelas juga menjadi momentum indah bagi para penguasa setempat utk meraup untung dari belas kasihan (takut) dari si pemilik kendaraan. 

Mungkin sekali dua kali anda bisa saja memberikan 2ribu rupiah, bayangkan yang mereka dapat dlm sehari untuk semisal 200 motor?

Ada 400 ribu rupiah yang menguap entah kemana melalui parkir liar, padahal nilai sebesar itu cukup membantu orang kurang mampu yang lebih membutuhkan.

Tidak mau itu berlanjut? Mari dukung ide ini, dengan klik tanda tangan. Buktikan kita masih peduli dengan keadilan sosial. Kita dukung agar pemerintah bersedia mengatur fenomena parkir yang lebih baik dan terstruktur.