Tutup akses manusia Dari dan Ke Sumba untuk cegah penularan COVID-19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


COVID 19 adalah tamu tidak diundang yang paling tidak kita harapkan berkunjung ke daerah kita. Daripada kita duduk menunggu Covid-19 datang, bukankah lebih baik kita menutup pintu masuk sebelum si COVID-19 ini masuk ke Sumba. Pintu masuk ke Sumba tidak banyak.Cuma ada 2 bandara; Umbu Mehang Kunda dan Tambolaka. Dan ada pelabuhan di Waingapu dan di Waikelo. Tidak banyak. Menurut saya, menutup pintu masuk (khusus bagi manusia, sekali lagi pintu masuk ditutup untuk manusia ya, untuk logistik tetap bisa) -logistik tetap boleh masuk dengan catatan awak kapal tidak turun di pelabuhan, suplai air dan bahan makanan diberikan bagi awak kapal barang- adalah langkah yang lebih menguntungkan karena :

1. Dengan menutup pintu masuk, kemungkinan adanya penularan dari luar Sumba menjadi sangat kecil.
2. Kita bisa lebih fokus menangani ODP dan keluarganya.
3. Jika dalam waktu lebih dari 14 hari semua ODP (orang dalam pemantauan) tidak naik status dengan menjadi PDP (pasien dalam pengawasan) maka kita bisa bernafas sedikit lega.
4. Biaya untuk pembelian APD dan peralatan untuk pengambilan sampel dan pengiriman sampel bisa lebih dikurangi karena kemungkinan kasus positif yang ada kecil
5. Kecemasan masyarakat berkurang
6. Risiko kehilangan nyawa akibat terinfeksi COVID 19 jauh berkurang. (Ini yang terpenting).

Mari bantu tanda tangani dan sebarkan petisi ini untuk mendorong pemerintah daerah kita dari 4 kabupaten di pulau Sumba untuk segera menutup pintu masuk ke Sumba bagi manusia. (Barang tetap bisa). Sebelum terlambat. Sebelum ada kasus positif, sebelum ada nyawa yang hilang. Tuhan menolong perjuangan kita. Jangan buka pintu buat si COVID 19. Jika bukan kita yang berbuat siapa lagi. ��