Buka Nama Perusahaan Tersangka Pembakar Hutan!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


14 September 2019, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan penyegelan di 43 lokasi (42 perusahaan dan 1 usaha milik masyarakat) terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mereka yang disegel ini diduga menjadi otak dibalik pembakaran hutan. Dari 42 perusahaan yang disegel, 4 telah menjadi tersangka. 3 diantaranya sudah dipastikan perusahaan Sawit.

Sampai saat ini, pemerintah belum mau membuka data nama-nama perusahaan tersebut, baik yang sudah menjadi tersangka maupun yang telah disinyalir menjadi otak dibalik karhutla yang sudah terjadi berpekan-pekan dan membawa banyak kerugian. 

Pemerintah sepertinya akan mengulang Karhutla 2015 dimana pada saat itu Ibu Menteri LHK menyatakan tak akan membuka nama perusahaan penyebab Karhutla. 

Hal ini tentu saja tidak dapat dibiarkan. Jika nama-nama perusahaan penyebab Karhutla hari ini tidak dibuka, sangsi sosial dan ekonomi tidak bisa kita berikan bersama. Kita tidak bisa menghukum mereka di area permintaan pasar, dengan memboikot produk mereka misalnya. 

Tanda tangani petisi ini untuk mendesak Pemerintah membuka nama-nama peeusahaan tersebut. Jika publik tahu, maka sangsi sosial dan ekonomi bisa diberikan untuk efek jera.

Menandatangani petisi ini adalah satu usaha untuk menghentikan tangis seorang ibu yang balitanya tak mau memakai masker, untuk meredam kekhawatiran seorang ayah yang anaknya mengidap ISPA karena kabut asap kebakaran hutan. Tangis dan khawatir yang datang tiap tahun saat terjadi karhutla. Untuk setiap tetes keringat para pemadam kebakaran yang maju berjudi dengan maut. 

Juga untuk memberi kesempatan orang utan dan teman-temannya tetap memiliki rumahnya.

Juga untuk memberi senyum bagi suku lokal dan masyarakat adat yang tanah dan kualitas hidupnya dirampas perusahaan sawit.

Perusahaan-perusahaan tersebut bisa saja punya uang banyak. Pemerintahpun boleh saja sungkan menjalankan UU sebagaimana mestinya. Tapi mereka harus tahu, bangsa ini tidak akan diam saja. Lawan!