Menghilangkan sejarah berarti menjual bangsa dan negerinya,

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Generasi penerus sesudah aku akan menjadi orang asing di Indonesia tercinta, karena tidak tahu jatidirinya. Ini disebabkan pembuat kebijakan pendidikan sejarah nasional Indonesia di negeriku hanya melihat posisi dia saat ini sebagai pengubah sejarah, tanpa memikirkan generasi setelah nya. Dia ibarat bangsaku yang menjual aku dan generasi sesudah aku . Dia bisa dikatakan penjajah yang sesungguhnya. Dialah orang yang suka kesenangan dunia apapun alasannya, diatas penderitaan bangsaku. Dia memang mengatakan sebagai bangsa Indonesia. Tapi hati dan jiwanya adalah penindas bangsa Indonesia yang sejati.