Ringankan Tugas Sekolah Online (Daring)

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Sejak pandemi COVID-19, tahun ajaran baru dimulai dengan sistem Daring atau Dalam Jaringan. Selama pembelajaran Daring ini, saya sebagai pelajar merasa resah karena :

  1. Tugas yang sangat banyak untuk dikerjakan
  2. Materi yang belum benar-benar dipahami tapi sudah disuruh mengerjakan latihan
  3. Biaya SPP yang sama sekali tidak dipotong (untuk beberapa sekolah mungkin ada pemotongan)
  4. Masalah kuota yang menjadi pengeluaran tambahan karena harus menggunakan aplikasi berupa videocall yang tentu saja menguras banyak kuota
  5. Tugas disuruh dikerjakan di buku tulis, padahal jika diketik lebih simpel dan juga enak dibaca oleh guru (kecuali matematika, fisika, kimia, dll yang berhubungan dengan akar dan pangkat).

Untuk beberapa pelajar mungkin tidak menganggap ini hal yang serius, namun ada pelajar yang kurang menangkap pelajaran jika disampaikan secara videocall karena masalah jaringan lag, delay suara, dll. Lalu ada juga pelajar yang mungkin ada masalah ekonomi yang membuat dia tidak mampu mengikuti pembelajaran sistem daring ini.

Lalu, tugas yang diberikan oleh bapak dan ibu guru terbilang sia-sia karena saya yakin diatas 50% pelajar hanya copy-paste dari internet dan hal tersebut tidak menambah wawasan pelajar tersebut.

Oleh karena itu saya menyarankan untuk mengurangi pemberian tugas dan lebih baik jika hanya menyampaikan materi lalu siswa disuruh merangkum materi tersebut, sehingga mudah dipahami.