Jangan Cabut Hak Tinggal Pemilik Lahan Rumah Koran Agar Gerakan Literasi Aktif di Pedesaan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Tuduhan Asusila, kepada pemilik lahan Rumah Koran, menuai banyak pertanyaan. 

Karena tuduhan ini tidak bisa di buktikan, tidak ada saksi, tdk ada yang keberatan, tdk ada yang merasa di Rugikan

Kepolisian mengatakan bahwa ini hanya delik aduan, Pemangku Adat yang lama, yang menangani masalah ini telah menyimpulkan bahwa pemilik lahan rumah koran hanyalah korban tuduhan dan tidak bisa di hukum. 

Namun setelah roda pemerintahan berganti, pemilihan kepala desa melahirkan nahkoda baru desa Kanreapia terpilihlah satu nama sebagai kades Kanreapia dan lahirlah Ketua Adat baru. 

Mereka inilah memaksakan kehendak melakukan pertemuan dan menyebar luaskan tuduhan melalui siaran langsung di Facebook tanpa melibatkan pihak terlapor, tanpa ada surat keputusan dan tanpa dasar yang jelas

Pertemuan ini menuduh pemilik rumah koran dan mengusirnya keluar dari kampung, dan mencabut hak tinggalnya sebagai warga Kanreapia dan melarangnya masuk mencari nafkah di desa Kanreapia. 

Secara Otomatis kegiatan Rumah Koran akan terhenti dan kegiatan2 Literasi tidak bisa di jalankan lagi, 

Bantu Rumah Koran untuk mendapatkan keadilan, berikan dukunganmu agar keadilan terungkap

Lihat Kegiatan kami di

www.rumahkoran.com