TUTUP SEMUA "GARDEN PET SHOP"

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Pada tanggal 17 Januari 2019, seekor anjing jenis Siberian Husky bernama Sky mati secara misterius di Garden Pet Shop yang merangkap sebagai vet cabang #21 dekat Bakti Yudha, Kota Depok (sumber: Instagram christian_joshuapale via Instagram viraleun). Sky dibawa ke pet shop tersebut dalam keadaan sehat bugar. Menurut drh. Rosis Arif yang menangani Sky, Sky ditemukan kejang-kejang hebat setelah Maghrib dan beliau "melakukan tindakan medis dan penanganan terbaik". Sayangnya, nyawa Sky tidak tertolong. Akan tetapi, vet tidak menginformasikan kematian Sky kepada pemiliknya. Parahnya, mayat Sky dibungkus dengan kemasan makanan anjing seakan-akan Sky hanyalah benda mati, ditambah lagi terdapat banyak darah yang keluar dari jasad Sky.

Saya menggali lebih dalam lagi tentang kasus ini. Ternyata, akun Instagram @chirstian_joshuapale dan @viraleun telah membagikan setidaknya tujuh postingan tentang kasus Garden Pet Shop ini. Berikut yang saya lihat dari rangakaian postingan @viraleun:

  • Post ke-5: video detik-detik kematian Sky. Ia terbujur lemah dengan telinga yang berdarah di dalam kandang yang menurut saya sempit. Saya juga tidak melihat adanya "penanganan" sebagaimana yang disebutkan oleh Pak Rosis; Sky yang sekarat hanya direkam dan dipanggil-panggil. Saya bukan pemilik anjing, tetapi saya yakin apa yang Pak Rosis lakukan bukanlah penanganan medis untuk anjing yang sedang sekarat.
  • Post ke-3: Screen capture testimoni dari dua customer yang kehilangan nyawa anjing mereka. Customer pertama mensterilisasi anjingnya ke Garden Pet Shop cabang Rawalumbu Bekasi dengan keadaan sehat bugar, kemudian menitip sang anjing ke pet shop. Dua hari kemudian, pemilik menjemput anjingnya yang sudah menjadi mayat. Hasil otopsi dari vet lain menunjukkan bahwa anjing tersebut mati disebabkan oleh pendarahan hebat karena banyak pembuluh darah yang tidak dijahit. Pada tahun 2014, customer kedua menitipkan anjing jenis Chihuahua yang sedang hamil karena ada acara keluarga di luar kota. Beberapa hari kemudian, anjingnya melahirkan dua anak, namun satu anak dikabarkan mati dan sudah dikubur. Keesokan harinya, sang pemilik pulang dan meminta bukti jasad atau kuburan anak anjing, tetapi tidak ada bukti dari pihak pet shop.
  • Post ke-6: Screen capture testimoni dan video dari seorang customer yang hampir kehilangan nyawa kucing peliharaannya. Waktu itu, sang kucing sesak nafas dan akhirnya dibawa ke cabang yang bersangkutan (tempat matinya Sky) pada pukul 09:30. Sayangnya, Pak Rosis tidak mau menangani kucing tersebut karena "belum jam prakteknya". Customer ini pun akhirnya membawa kucingnya ke vet lain dan kucing itu selamat.

Saya juga melakukan riset lebih dalam lagi dengan melihat-lihat komentar dari tujuh postingan @viraleun. Ternyata, lumayan banyak yang memberikan akun Instagram beberapa cabang Garden Pet Shop (Pamulang, dekat Bakti Yudha, Bojongsari) dan Pak Rosis Arif (@rosisarif.90), tak terkecuali saya. Akan tetapi, saya menemukan sesuatu yang janggal. Akun cabang Bakti Yudha menonaktifkan kolom komentar, akun Bojongsari menghapus semua postingan mereka, akun Pak Rosis dan akun Garden Pet Shop Pamulang digembok (private).

Banyak pengguna Instagram yang menyarankan agar semua cabang Garden Pet Shop ditutup. Selain itu (ini tambahan dari saya), semua vet Garden Pet Shop yang pernah melakukan malpraktek diadukan ke PDHI (Persatuan Dokter Hewan Indonesia). Jika Garden Pet Shop benar-benar ditutup, pemilik pet shop dan vet yang lain juga sebaiknya tidak menerima dokter hewan mereka bergabung dengan perusahaan Anda supaya nama baik perusahaan Anda tidak tercemar.

Sekian dari saya, terima kasih.