Kami Butuh Air, Bukan Kenaikan Tarif!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Saya adalah pelanggan “setia” PDAM Batang sejak tahun 2005. Saya berani mendaku sebagai pelanggan setia karena saya hanya mengandalkan air dari PDAM Batang untuk memenuhi kebutuhan air saya sekeluarga. Selain itu, sebagai pelanggan saya merasa hampir tidak pernah terlambat membayar biaya langganan setiap bulan. Kalaupun sesekali terlambat, saya juga dengan ikhlas membayar denda atas keterlambatan tersebut.
Selama itu pula saya hampir tidak pernah mengeluhkan tentang pelayanan PDAM Batang karena saya menilai pelayanan yang saya terima selama ini masih dalam batas wajar. Artinya, meskipun beberapa kali mengalami pemutusan/pemadaman aliran air, saya anggap masih bisa saya toleransi karena tidak sampai mengganggu aktivitas saya lainnya.
Namun, sejak sekitar 2 minggu terakhir ini (akhir Juli 2018 hingga saya tulis surat terbuka ini), batas toleransi saya tersebut, sepertinya sudah dilanggar.
Pemadaman aliran air PDAM Batang yang kabarnya disebabkan putusnya jaringan pipa di daerah Sendang, Wonotunggal yang mengakibatkan terganggunya pasokan air kepada pelanggan di wilayah Kota Batang, termasuk saya yang tinggal di daerah Kalisalak Batang.
Saya merasa dampak terganggunya pasokan air kali ini sudah saya kategorikan mengganggu aktivitas keseharian saya. Saya berikan gambaran sederhananya agar Bapak Direktur ikut merasakan dampak tersebut.
Pertama, selama 2 pekan terakhir, pasokan air baru bisa lancar/normal, di atas pukul 23.00 hingga pukul 04.00 WIB. Pada waktu itulah, istri saya baru bisa mencuci pakaian kami sekeluarga (2 orang dewasa, 2 anak yang masih bersekolah). Artinya, istri saya harus terjaga pada saat di mana seharusnya untuk tidur hanya untuk mencuci pakaian karena pada pagi, siang, dan sore hari (sepulang kerja) air PDAM mati total. Menurut saya, ini jelas sudah sangat mengganggu aktivitas kami dan mungkin secara tidak langsung mengganggu produktivitas kami karena kami harus bekerja keesokan harinya dalam kondisi mengantuk.
Kedua, selama pasokan air PDAM dalam 2 minggu terakhir ini, istri saya hampir tidak bisa memasak khususnya lauk-pauk karena untuk memasak lauk-pauk sangat membutuhkan pasokan air yang lancar. Akibatnya, kami harus membeli lauk-pauk di warung. Bagi kami, itu jelas menambah pengeluaran rutin. Mungkin kami tidak terlalu keberatan namun bagaimana dengan pelanggan yang lain?
Ketiga, untuk kebutuhan mandi, saya masih beruntung karena saya aseli orang Batang sehingga saya masih bisa “mengungsi” ke rumah orang tua saya di daerah Kauman yang memiliki sumur dengan kualitas air bagus. Setiap sore, saya sekeluarga harus mengungsi untuk mandi di rumah orang tua saya dan harus menunggu hingga waktu solat Isya tiba karena kami harus sekalian solat Isya di Kauman sebab cadangan air saya jika sore sudah sangat sedikit yang harus saya “pertahankan” setidaknya untuk cadangan bersuci hingga air mengalir lagi pada malam harinya.

Pak Direktur yang terhormat,
Mohon jangan suruh saya membuat sumur di rumah saya karena kualitas air sumur di wilayah saya tidak layak konsumsi. Ini sudah dibuktikan oleh beberapa tetangga saya yang sudah membuat sumur. Jangan pula Bapak minta saya membuat tandon air karena ukuran bak kamar mandi saya cukup besar (2×1 meter) namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mandi kami sekeluarga jika seharian pasokan air PDAM mati total.

Pak Direktur yang baik,
Saya tidak paham soal teknis perbaikan pipa jaringan dan lain sebagainya. Namun, saya meminta agar proses perbaikan bisa dilakukan secara cepat dan tepat agar aliran air PDAM Batang dapat kembali normal dan lancar.
Sebagai pelanggan, saya merasa punya hak untuk menuntut pelayanan yang optimal karena saya sudah melaksanakan kewajiban saya sebagai pelanggan yang taat.
Demikian surat terbuka ini saya sampaikan dengan penuh kerendahan hati dan insya Allah tanpa tendensi apapun karena air adalah kebutuhan vital dalam kehidupan manusia. Mohon maaf jika ‘keluhan’ ini terpaksa saya sampaikan dalam bentuk surat terbuka karena saya tidak tahu harus kemana mengadu. Terima kasih atas perhatian dan respon dari Bapak beserta jajaran PDAM Batang.



Hari ini: M. Arif Rahman mengandalkanmu

M. Arif Rahman Hakim membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "PDAM Batang: Kami Butuh Air, Bukan Kenaikan Tarif!". Bergabunglah dengan M. Arif Rahman dan 22 pendukung lainnya hari ini.