Transparansi tanpa ribet, rakyat kecil sudah susah, jangan buat semakin menderita

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Transparansi, blak blakan istilah jawanya.

Perekonomian rakyat kecil kalo dilihat sekarang dr dekat dengan tanpa kacamata politik bisa dibilang menyedihkan. Berbagai macam pungutan, pemangkasan hak yg seharusnya jd prioritas utama para pengusaha dan pejabat pemerintah secara terang-terangan dilakukan. Tp manakala diusut, mereka akan kabur dan hilang tanpa jejak. 

Semisal transportasi online, saat ini sy sedang bekerja di salah satu perusahaan transportasi online di indonesia. Baru tanggal 9 kemarin sy mulai bekerja. Awalnya sy merasa ini cukup menguntungkan, tetapi setelah seminggu berjalan, apa yg diiming²kan perusahaan tersebut hanya mimpi belaka. Permasalahnnya bukan pada tarif penumpang saat order selesai dengan potongan 20% sebagai komisi bagi perusahaan, tp insentif yg sy terima pun terkena potongan 20%. INSENTIF, sebagai reward atas jerih payah kita sebagai pekerjanya. Bukan hanya itu saja, penentuan target dipukul rata se-Indonesia.

Sebagai contoh : bayangkan anda berada di sebuah kota kecil yg saat itu sudah menyediakan transportasi online. Dengan angka pertumbuhan penduduk, pendidikan, perekonomian bisa dibilang menengah kebawah. Pengguna transportasi online jg bisa dibilang masih minim. Coba anda terangkan darimana anda akan mendapat traget 6 penumpang, hanya untuk mendapatkan insentif dibawah 30k, yang nantinya akan dipotong sebesar 20%. Insentif yg diterima hanya akan menutup ongkos bahan bakar yg digunakan, lalu apa yg akan dibawa pulang untuk anak istrinya??? Karena iming² pendapatan besar, tanpa mencantumkan adanya pemotongan insentif, apa apaan itu??? (itu penjelasan simple nya, sy gunakan bahasa rakyat). Saran sy, tentukan target berdasarkan lokasi, besarnya pengguna handphone dan seberapa besar mereka mengenal dan bisa menggunakan aplikasi tersebut. Jangan DIPUKUL RATA, mampus.

Ingin sejahtera, rejeki barokah, sejahterakan juga pekerjamu, orang² dibawahmu, jangan membabi buta mencari rupiah dengan memeras keringat tanpa memperhatikan kesejahteraan pekerja. Kekayaan pengusaha juga bersumber dr orang sekitarnya, terutama pekerjanya. Bagaimana jika seandainya org sekitar anda, terutama pekerja/buruh meninggalkan anda para pengusaha, pejabat, atasan, ato apalah itu karena keserakahan anda????? Ingat Azab itu pedih. Simbiosis mutualisme, saling menguntungkan.



Hari ini: Yanuar mengandalkanmu

Yanuar Arifianto membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pak Presiden Joko Widodo: Transparansi tanpa ribet, rakyat kecil sudah susah, jangan buat semakin menderita". Bergabunglah dengan Yanuar dan 11 pendukung lainnya hari ini.