Petition update

Ini cara PLN beri subsidi tambahan

Yuli Sugihartati
Indonesia

May 6, 2020 — 

Terimakasih atas dukungan tanda tangannya.

Saya akan menyampaikan perkembangan kondisi pengguna listrik dengan batas daya 900VA non subsidi dan 1300VA.

Mulai bulan Mei, PLN bekerja sama dengan YCAB Foundation dan Do-it memberikan kesempatan kepada yang merasa membutuhkan bantuan keringanan tagihan listrik.

Keringanan tersebut berupa subsidi senilai maksimal Rp 100.000 perbulan, dengan cara mendaftar melalui website Light Up Indonesia. Kuota perbulan pendaftarnya adalah 20.000 pengguna per bulan dan jika sudah melebihi kuota pendaftaran akan ditutup.

Namun, menurut saya ini masih belum menjawab permasalahan tagihan listrik selama covid19. Masalahnya, tidak semua pengguna mempunyai akses internet untuk mendaftar lewat website di program bantuan tersebut. Tidak semua pengguna paham menggunakan internet ataupun memiliki ponsel pintar.

Dan lagi, kuota 20.000 per bulan masih terlalu kecil dibandingkan dengan jumlah pengguna 900 VA non subsidi dan 1300 VA.

Saya mengapresiasi usaha PLN bekerja sama dengan YCAB Foundation dan Do-it dalam hal ini. Tapi, masalah belum terpecahkan. Karena itu dukung dan sebar terus petisi ini ya teman-teman, sampai PLN memberikan solusi yang menyeluruh kepada pengguna PLN skala rumah tangga non subsidi 900VA dan 1300 VA.

Salam,

Yuli Sugihartati

Sumber gambar dan berita: Soal Subsidi Listrik untuk 900 VA dan 1.300 VA, Bagaimana Seleksi dan Kuotanya?


Keep fighting for people power!

Politicians and rich CEOs shouldn't make all the decisions. Today we ask you to help keep Change.org free and independent. Our job as a public benefit company is to help petitions like this one fight back and get heard. If everyone who saw this chipped in monthly we'd secure Change.org's future today. Help us hold the powerful to account. Can you spare a minute to become a member today?

I'll power Change with $5 monthlyPayment method

Discussion

Please enter a comment.

We were unable to post your comment. Please try again.