Kelola Limbah Medis, Segera Bangun Fasilitas Pemusnah Limbah Medis

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Selama pandemi, ajakan untuk lakukan protokol kesehatan sering digaungkan. Tapi, ada yang dilupakan. Limbah medis.

Di pinggir jalan, terlihat ribuan masker, tabung sampel darah, jarum suntik, infusan, botol bekas pemakaian vaksinasi, dan labu darah tercecer.

Sejak pandemi, Limbah medis menumpuk sampai 1.108,54 ton selama Maret hingga 8 Juni 2020 (menurut data Kementerian Kesehatan). Wajar, soalnya makin banyak pasien di rumah sakit, makin banyak Limbah medis.

Ada limbah medis yang dibuang di bantaran sungai atau TPS liar dengan dugaan untuk mempersingkat waktu dan biaya transportasinya.

Koalisi PerLimbahan Nasional temukan limbah medis yang bercampur dengan limbah lainnya di TPA Sumur Batu, Bekasi.

Manajemen pengelolaan limbah medis saat ini gak bagus. Jadi dari 2.820 rumah sakit, hanya ada 83 lokasi yang memiliki incinerator atau tungku pembakaran sampah untuk mengolah limbah. Hanya ada 6 pabrik pengolahan limbah medis pihak ke 3. Itu pun hanya di Jawa dan kalimantan [Asumsi.co, 21 April 2020]. Artinya Limbah medis dari pulau2 lain menumpuk di Pulau Jawa dan Kalimantan.

Kebayang gak kalo air sungai dan tanah terkontaminasi bakteri berbahaya bekas limbah medis, virus, zat kimia berbahaya. Yang ada, akan timbul masalah baru setelah pandemi usai.

Pemerintah udah keluarkan Peraturan Menteri Kesehatan No.7/2019 dan Peraturan Menteri LHK No. 56 /2015 tentang pengelolaan limbah medis.

Tapi jika dilihat fakta di lapangan, penerapan aturan ini belum maksimal.

Ditjen PSLB3 bahkan pernah selenggarakan Rapat Koordinasi Regional (Rakoreg) Pengelolaan Limbah Medis Masa Pandemi Covid-19 [Media Indonesia, 18 Mei 2020].

Salah satu hasilnya adalah rencana pembangunan 32 Fasilitas Pemusnah Limbah B3 medis di tahun 2020-2024 dengan APBN KLHK yang akan diserahkan dan dikelola oleh Pemda.

Tapi, sampai sekarang belum kelihatan. Kenapa begitu lama? Sementara limbah medis akan bertambah setiap harinya apalagi angka positif Covid19 di Indonesia juga bertambah setiap harinya. Artinya setiap hari akan ada pasien masuk.

Karena itulah teman-teman, kami mengajakmu mendorong KLHK untuk desak Ditjen PSLB3 untuk segera membangun 32 Fasilitas Pemusnah Limbah B3 medis dan melakukan implementasi hasil Rakoreg Mei 2020.

Dukung dan sebar petisi ya teman-teman agar masalah limbah medis di Indonesia segera cepat diatasi. Kita tidak boleh diam saja! Fakta-fakta menunjukkan bahwa masalah ini berada pada manajemen limbah medis secara sistemik.

Salam

DETALKS (Detoxify Through Talk) dan Doctors for XR
#SignToGrind #PercepatKelolaLimbahMedis #DETALKS #DoctorsForXR

Credits:

https://www.asumsi.co/post/pengelolaan-limbah-medis-di-indonesia-bermasalah-sebelum-pandemi-sekarang-bagaimana

https://katadata.co.id/desysetyowati/berita/5ef30b35be3a5/menteri-lhk-limbah-medis-penanganan-covid-19-capai-1108-ton 

https://mediaindonesia.com/read/detail/314029-ini-dia-surat-edaran-menteri-lhk-tentang-limbah-medis.html

https://www.aliansizerowaste.id/post/hadapi-new-normal-sampah-medis-bertambah-ini-solusinya