Stop Pembangunan Hotel Manado Eco Family, Selamatkan Masyarakat Paputungan Minut!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


Di akhir 2020, di hadapan saya, tiga warga desa di Minahasa Utara menangisi tiga pantai tempat mereka mencari nafkah. Di tengah ketiga pantai itu, kini berdiri konstruksi semen dan besi dari sebuah hotel berbintang, Manado Eco Family. 

Bu Ruth, salah satu warga, tak lagi bisa mencari bia (kerang) untuk dijual bagi keluarganya. Pak Junus sudah tidak bisa mencari ikan, dan bakau yang biasanya melindunginya dari cuaca buruk kini rusak. Hendri, seorang petani, sudah tidak bisa berkebun lagi karena tanahnya diambil dan ditembok.

Padahal, wilayah pantai, laut dan pertanian ini adalah sumber utama kehidupan tiga desa. 

Ketika pemerintah hendak memberikan izin kepada investor hotel, masyarakat tidak dilibatkan sama sekali. Proses penerbitan AMDAL dan izin-izin lain juga tidak pernah diketahui oleh publik.

Sekarang, ketika semua akses menuju pantai dan wilayah pertanian telah ditutup untuk pembangunan hotel, masyarakat, termasuk Bu Ruth, Pak Junus dan Hendri pun bingung. 

Kehidupan masyarakat yang dulunya harmonis bahagia dengan budaya dan adat istiadatnya,  sejahtera sebagai petani dan nelayan, kini mengalami berbagai kesengsaraan. Mereka harus kerja apa? 

Deretan kegentaran dan kegetiran ketiga orang warga desa yang lugu tak berdaya ini  mengguncang hati dan jiwa saya untuk menulis petisi ini. 

Saya mengajak teman-teman untuk meminta Pak Olly Dondokambey, Gubernur Sulut, agar menghentikan pembangunan dan mencabut izin lingkungan hotel Manado Eco Family

Pak Olly sering menghimbau masyarakat untuk kelola lingkungan hidup yang baik. Sekarang, saatnya kita berikan dia kesempatan untuk jadi teladan. Kita ajak Pak Olly untuk menggunakan wewenangnya dan menghentikan perusakan lingkungan ini serta menyelamatkan penghidupan masyarakat. 

Dukung dan sebarkan petisi ini, ya.

Salam

Jull Takaliuang