Boikot Semua Pinjaman Online

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Terlalu banyak korban dari Fintech legal dan ilegal. Mereka memberikan kemudahan di awal dan kesengsaraan di kemudian hari. Tenor yang diberikan terlalu sedikit dan membuat masyarakat kesulitan dalam membayar karena sangat sulit memutar keuangan dalam waktu seminggu saja. Jumlah pinjaman yang di berikan tidak sesuai dengan jumlah yang di ajukan tetapi nasabah harus membayar lebih dari uang yang di ajukan. Contoh, Bapak A meminjam uang sejumlah Rp. 1.000.000 di Aplikasi pinjaman online,lalu uang yang diterima Bapak A hanya sejumlah 600.000 dan Bapak A harus membayar sejunlah Rp. 1.100.000 dalam waktu 7 hari. Lalu apabila pelanggan tidak bisa membayar dan meminta nego waktu pihak Debt Collector aplikasi akan memberikan teror kepada nasabah dengan cara menyebarkan data nasabah ke seluruh kontak yang ada di Hp nasabah dengan cara mengintimidasi nasabah seperti tindakan pelecehan sexual,memfitnah dll. Tidak hanya itu,semua kontak di Hp nasabah akan di hubungi untuk dimintai penagihan juga dengan cara yang kasar dan dengan berani DC mengatakan bahwa peminjam telah memberikan nomor tersebut sebagai jaminan. Padahal pada faktanya tidak seperti itu. Sudah sangat banyak masyarakat Indonesia yang menjadi korban pinjaman online ini. Bahkan ada yang sampai bunuh diri. Saya berharap pemerintah dan pihak berwenang bisa menindaklanjuti aktivitas pinjaman online ini agar berhenti beroperasi di Indonesia baik yang legal maupun illegal.