BERIKAN KEADILAN KEPADA USTADZ ABU KHALID

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


*Kronologi pengeluaran Abu Khalid, fitnah jabatan dan kekuasaan yang menghancurkan simpul ukhuwah*

Oleh Abu khalid Yusuf.

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله

Segala puja-puji hanya milik Allah, cukuplah Allah bagi kita, Ia sebaik-baik penolong dan penyelamat, jika ada dari hambaNya yang menakut-nakuti, maka Allahlah sebaik-baik tempat bersandar, Ia juga yang membolak-balikkan hati-hati manusia, semoga kita diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah, insyaallah. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan tuk baginda Rasulullah, kekasih Allah yang mulia, Nabi akhir zaman, siapa yang tidak mengikuti petunjuk beliau, maka ia bukan golongan umat Muhammad صلى الله عليه و سلم .

Tulisan ini saya buat setelah sebelumnya ada dari hamba Allah yang bertanya kronologi pengeluaran saya dari tempat saya berkhidmat , saya hanya manusia biasa yang tidak tahu perkara ghaib, saya tuliskan di sini apa yang saya ketahui saja, yang terlihat dan terkesan perlu ada percepatan perbaikan di sana - sini dari tubuh yayasan pesantren kita, saya berdoa kepada Allah taala supaya saya tidak salah niat dalam pemberitaan dan pernyataan yang saya buat, berusaha sekeras mungkin untuk inshaf ( berlaku adil ) dalam perkataan maupun perbuatan...
إن أريد إلا الإصلاح ما استطعت و ما توفيقي إلا بالله
Ayah-bunda, umur pesantren kita kian tahun semakin bertambah, sudah jalan empat tahun lamanya, seharusnya dengan bertambahnya jumlah santri , diimbangi juga dengan kualitas dan mutu pendidikan pesantren kita, yang terlihat selama ini belum ada hal2 positif yang signifikan terkait sistem dan kepengurusan pesantren, hampir di semua aspek, kita hanya berjalan di tempat, kita rekan2 guru merasa bertanggung jawab memperbaiki apa2 yang kita nilai cacat dan rusak, tapi apa boleh daya, kita hanya guru-guru yang hanya memiliki wilayah jelajah yang terbatas , mau kita apakan juga pesantren itu, tetap kita tidak bisa merubahnya secara totalitas , karena kita hanya guru-guru biasa yang masih mempertimbangkan banyak hal, ini dan itu, sebab akibat, resiko terberatnya khususnya yang berkeluarga adalah pengeluaran/pemberhentian dari pihak pengurus pesantren, dan akhirnya sudah menelan korban, saya, istri dan ipar saya...he..he..hee..

Kunci perbaikan itu ada di pihak pengelola pesantren, Pengasuh pesantren sendiri Syaikh DR. Muslih Abdul Karim, MA , pengelola yang saya maksud adalah : *ust. Hasbi Nashir, Lc ( mantu ) , ustz. Fauziyah,Lc.,MA, (istri ust. Hasbi dan anak pertama pengasuh ) , dan Ust. muhammad Muslih, Lc. ( adik kandung ustz. Fauziyah )* . Kita ( saya, ust. Sufri, ust. Dadan. Ust. Ghani. Ust. Muhsin, ust. Ari, ust. Yayat ) sudah sering bertemu membahas 'Humum' pesantren, kami membicarakan banyak hal untuk untuk masa depan pesantren, kami mengadakan rapat - rapat yang durasinya variatif, kadang 1 jam, 2 jam, bahkan bisa 5 jam sekaligus, alhamdulillah belum ada yang meninggal karena kelelahan. Dan setiap kali pertemuan kita adakan, hampir sering nama2 bapak-bapak pengelola kita ini muncul dan disebut2, kami melihat jika perbaikan itu akan lebih efektif dan komperhensif jika dimulai oleh pengelola/pengurus pesantren ( 3 orang itu ) , akhirnya kita usulkan utk diadakan pertemuan menyeluruh, antar pihak pengurus, rekan guru, perwakilan pegawai, namun sangat disayangkan , respon merek2 ( pengelola ) ini sangat negatif, lamban sekali, dan mereka tidak mau dipertemukan , kalau bukan karena gengsi dan bakal ada yang terbuka kedoknya apalagi ?, bahkan salah satu dari mereka ini berkata kepada kami bertujuh, "soal mengumpulkan kami berdua/bertiga dengan antum bukan domain antum, tapi al walid DR. Muslih sendiri". Allahul mustaan. Saya pernah katakan ke mereka ini saat kita tergabung dalam satu grup, yang inti perkataan saya itu : "bobrok itu ada pada pengurus pesantren, merasa paling memiliki dan berkuasa", *yang satu merasa dia mudir, dan yang satu merasa dia anak kyai dan dapat jabatan sebagai ketua yayasan langsung dari babehnya*, ayah-bunda bukankah ini dualisme kepemimpinan ? Bukankah ini namanya matahari kembar di atas langit BQC ? , ini sangat terlihat jelas meskipun mereka berkelit tidak ada dualisme itu, dan sudah ditengahi oleh Abi Muslih ( terlalu kekanak-kanakan ), banyak indikator yang menguatkan ada dualisme di tubuh pengurus BQC, antara ustaz Hasbi dan ust. Muhammad , tarik-menarik kebijakan antar mereka sangat terasa oleh kami, yang menjadi imbas ambisi2 mereka ini, ayah-bunda mohon tidak terpukau dengan penampilan seseorang, Allah tidak melihat itu, melainkan isi hati dan amalan kita.

Hasbi merasa beliau di posisi mudir, penanggung jawab besar BQC, ust. Muhammad merasa beliau di posisi ketua yayasan, dan anak Kyai ( sang anak kyai dan mantu Kyai ) , jika kita banding2kan antar beliau2 ini, maka ust. Muhammad lebih aji mumpung dari ust. Hasbi, alasannya : dia anak kyai langsung, mantu kyai, punya usaha , serba wah dan mewah, ditambah beliau yang bertindak sebagai penggaji guru dan karyawan bqc, termasuk ustaz hasbi, hanya saja ust. Muhammad jarang sekali mukim di BQC, kalaupun ada di sana kerja ust. Muhammad hanya antara kantor yayasan dan rumah, kantor berAC, rumah pun berAC, sedang tetangga2nya dari ustaz2 berkeluarga yang lain tidak difasilitasi itu ( tidak bermaksud mengeluh, hanya sebagai perbandingan ). Yang bermukim dan menetap di situ ust. Hasbi dan keluarganya, di daerah akhwat. ayah-bunda salahkah kami jika ada sesuatu yang tidak beres itu kami rasakan ada pada pengurus itu , kemudian kami jelaskan kepada mereka untuk menjadi bahan renungan dan muhasabah diri ???, selama ini kami mengeluhkan banyak hal dari Mudir ,dan kebijakan2nya , karena selama ini yang kami tahu Ust. Hasbi lah penanggung jawab semuanya, apa2 kembali ke ustaz habsi, sedangkan beliau hanya makhluk Allah yang dhaif, mana mungkin bisa menyelesaikan masalah pesantren yang begitu kompleks, karena masalah2 itu tidak tertangani dengan baik oleh beliau, yang selalu saja membela diri dengan mengatakan maslah sebenarnya ada di finansial yang dipegang ust. Muhammad, akhirnya kami pun menyampaikan uneg2 kami ke ust. Muhammad, tapi sayang beliau juga punya niatan lain, alih2 bersinergi dengan ust. Hasbi , ust. Muhammad mengumpulkan data sebanyak2nya utk mencari titik lemah ustaz hasbi, mengorek2 aib dan kesalahan saudara sendiri yang masih keluarga, sehingga bisa dilaporkan ke Abi Muslih selaku pengasuh, selama ini yang menjadi penasehat untuk Abi Muslih adalah ust. Muhammad, yang menyertai beliau adalah anak beliau ini yang bernama Muhammad, ustaz hasbi tidak bisa berbuat banyak, di hadapan ustaz Muhammad beliau ini seperti seekor burung pipit yang kehujanan, tidak berkutik karena merasa dia diposisi yang lebih baik, menjadi kepercayaan Abi Muslih.

Kita bertujuh sempat mengadakan pertemuan dengan ustaz Muhammad, atas instruksi beliau ini, kita manfaatkan momen pertemuan itu untuk meminta kejelasan struktur dalam yayasan seperti apa, pertemuan itu berlangsung 4 jam 30 menit, ustaz Muhammad saat itu memberikan klarifikasi2 versinya sendiri, dan sekaligus ikhwah yang bertemu beliau juga mengeluhkan kinerja ust. Hasbi kepada ust. Muhammad, setalah beliau mengatakan bahwa posisi ustaz Muhammad di atas Ust. Hasbi karena beliau seorang KETUA YAYASAN ( mohon diingat2 kata ini ). Ada 20 poin yang saya catat dari hasil pertemuan kita dengan beliau , yang berdurasikan 4,5 jam, yang poin2 itu saya bacakan di hadapan Ust. DR . muslih, yang menjadikan ust. Muhammad berang dan tersinggung karena merasa nama baiknya di hadapan babehnya tercoreng, yang ujungnya pengeluaran saya dari BQC. segala puji hanya milik Allah. Pertemuan itu seingat saya terjadi di malam kamis sekitar 1 bulan lebih yang lalu, saya katakan kepada ayah-bunda : klarifikas2 yang disampaikan kepada kita dari lisan ust. Muhammad adalaha VERSI USTAZ MUHAMMAD, adapaun VERSI USTAZ HASBI sangat bertokak belakang dari yang kami dengar sebelumnya, kami jadi bertambah bingung.

Saya pernah berpesan kepada mereka , masalah antum harus segera diselesaikan, jika tidak saya laporkan antum2 ini ke Abi Muslih, saya adukan ust. Hasbi dan ust. muhammad ke beliau, ayah-bunda perlu diketahui, jika selama ini apabila ada rapat apapun, kalau ada ust. Hasbi PASTI tidak ada ust. Muhammad, kalau ada ust. Muhammad PASTI tidak ada ust. Hasbi, jadi susah untuk kita mendapatkan pencerahan dari beliau2 ini, *KEBENARAN DARI VERSI SIAPA YANG HARUS DITERIMA ???*

Kami merasa pertemuan2 yang diadakan itu hasilnya sangat nihil, dan saya atas nama rekan kerja di BQC menjapri DR. Muslih, mengemukakan keinginan kami utk bertemu beliau , layaknya pertemuan antar guru dan murid2nya, dan sekaligus mengabarkan hal ihwal pesantren yang harus didengar langsung oleh Abi Muslih, pahit dan manisnya, baik buruknya, selama ini laporan2 itu yang sampai ke Abi muslih yang baik2 saja. Sempat waktu itu DR. Muslih berkunjung ke BQC, tapi hanya transit sebentar dan kemudian bertolak ke BQ Subang, kita tidak sempat melihat beliau, namun selanjutnya saya dijapri Abi Muslih, utk bisa menghadap beliau, dan keenam rekan kerja BQC yang ada juga beliau minta untuk didatangkan, pertemuan kami dan Abi muslih saya duga atas saran ust. Muhammad. Saat bertemu dg. Abi muslih, saya diminta untuk membuka pertemuan itu dan menyampaikan prolog, sekapur sirih. Kemudian kita diminta utk menyampaikan apa yang menjadi uneg2 kita yang mewakili RAKYAT BQC, saya menyampaikan ada DUALISME di tubuh yayasan, dg. Membacakan 20 poin hasil rekaman dan catatan saya saat bertemu ustaz Muhammad , saya sampaikan itu beserta contoh2nya , dan indikator2 adanya dualisme, ust. Sufri menyampaikan MASALAH MANAJERIAL PESANTREN yang belum jelas, ustaz Ari anggara menyampaikan INKONSISTENSI peraturan dan kebijakan mudir, membuat peraturan baru tapi membantahnya dengan peraturan yang lain pula, ustaz dadan, Ustz Muhsin,dan ustaz Ghani, menyampaikan SOSOK KEKIYAIAN sebagai SENTRAL FIGUR yang kurang terasa di sini, sedangkan ustaz yayat menyampaikan KESEJAHTERAAN BAGI WARGA BQC yang masih SENJANG, PENGGAJIAN yang belum BERSISTEM dan BERMANAJEMEN baik, atas dasar apa seseorang itu DIGAJI ?. Dari hasil pertemuan kami dengan DR. MUSLIH ABDUL KARIM, beliau hanya mendengarkan semua uneg2 itu tanpa menanggapi apa2 , dan itu saya nilai adalah sikap yang sangat bijak yang bisa kita ambil pelajarannya dari beliau, ketenangan, tidak terburu2 memutuskan sesuatu, memilih waktu yang tepat untuk bertindak, saat itu beliau hanya lebih banyak menyimak, sekali2 bercanda , dan menyampaikan banyak hal yang harus kita jadikan itu semua pengingat utk hari esok, di antara yang beliau katakan adalah :

1. Pesantren ini bukan milik keluarga, ia berstatus wakaf.

2. Pesantren ini bukan punya Muhammad , bukan pula punya Hasbi.

3. Pesantren ini akan dijadikan pesantren pusat/induk buyut al quran dari 14 pesantren BAITUL QURAN yang tersebar di seluruh indonesia.

4. *DR. Muslih meminta kami agar solid, bertawakkal hanya kepada Allah, dan tetap berada di sini, tidak keluar ataupun pindah*.

5. Abi Muslih tidak mau pesantren2nya seperti kerajaan2 yang hanya dinikmati untungnya oleh keluarga kyainya saja.

Masih banyak lagi, tapi itu adalah poin2 penting yang saya ingat sampai sekarang. Maha suci Allah yang membolak-balikkan hati. Saya berharap masalah2 yang kami dapatkan di BQC setelah bertemu dengan ABI Muslih dan didengar oleh beliau segera terselesaikan, ekspektasi kami sebelumnya adalah kami bisa menghirup udara segar, membuka lembaran baru utk menyongsong masa depan yang lebih baik, tapi ada pihak yang merasa eksistensinya terancam, pertemuan dengan Abi Muslih itu disadap menggunakan android, yang hasilnya dserahkan kepada ustaz muhammad untuk dia dengar, pertemuan kami dengan Abi di malam Rabu, di pagi Rabu ust. Muhammad memanggil pak yayat, mengintrogasi beliau dengan nada tinggi dan sesekali menggebrak meja dengan sangat kuat, ust. Muhammad tidak terima laporan miringnya sampai ke telinga babehnya, ustaz kita ini hanya mau yang dilaporkan itu ustaz hasbi saja, tidak boleh bawa-bawa nama Muhammad Sang anak Kyai. Pak yayat -sebagaimana yang saya jelaskan tadi menyoalkan masalah UANG yang kebetulan usta. Muhammad kita ini yang pegang, ayah-bunda , sebutakan kepada Al Faqir ilaihi taala, mana di dunia ini yang tidak bisa didikte kerjanya ?? Tidak ada !.

Selanjutnya di hari kamis pagi pukul 07:00 saya diminta datang ke kantor sang anak kyai, seingat saya itu tanggal 13 februari ini, pertemuan saya itu dengan sang anak kyai berlangsung 1 jam saja, sampai pukul 8 pagi. inti pertemuan itu adalah ketersinggungan sang anak kyai yang namanya disebut2 di depan babehnya, katanya saya mencemarkan nama baiknya, 20 poin yang saya sebutkan di malam itu tidak lain dan tidak bukan adalah pernyataan yang dibuat oleh sang anak kyai sendiri, tapi malah dia permaslahkan lagi, kemudiaan mengungkit ungkit masalah saya dengan ustaz hasbi, masalah saya dengan seorang pengabdian, saya ingat sang anak kyai mengatakan, _antum itu merasa antum lebih tinggi di atas kita2?!..antum itu ( saya maksudny ) siapa ??? , antum di bawah saya ( muhammad ) jauh sekali , di bawah ustaz hasbi jauh juga ( sambil membentangkan kedua tangannya pertanda jarak yang jauh )_ , lanjut sang anak kyai lagi _saya menyesal kenapa gak mengeluarkan antum dari dulu, saya sepakat saya dan ustaz hasbi mengeluarkan antum, silahkan antum keluar bulan ini juga, keluar secepatnya, saya kasih gaji terakhir antum bulan ini_ saya hanya menaggapi itu semua dengan senyum dan nyengir, sesekali membantah dan meluruskan, saya tidak merasa haus kekuasaan, insyaallah, teman2 rekan kerja saya tahu siapa saya dan kinerja, etos kerja saya seperti apa ? Saya bertanya pada sang anak kyai, "antum memberhentikan saya atas dasar pribadi antum yang merasa dijelek2kan ?" , sang anak kyai mengatakan , "iya". Subhanallah.

Saya katakan , "akad saya antara saya dengan DR. Muslih saja, saya ke sini atas rekomendasi beliau, saya hanya minta izin dan penjelasan beliau, kalau beliau mengeluarkan saya , alhamdulillah, kalau tidak antum mau apa?" , sang anak kyai mengatakan ; "saya yang akan keluar dari sini" , saya balas , "jangan lah ustaz , bukannya kita di sini amal jamai?" .... Sayangnya sang anak kyai kekeuh dengan omongannya, terlalu menyombongkan diri, di akhir di katakan lagi, "kami berdua telah sepakat mengeluarkan antum". Saya bilang, saya hari ini ( kamis ) akan menghubungi DR. Muslih .

Selain menghubungi Abi Muslih, saya juga bertabayyun kepada ust. Hasbi, karena perkataan sang anak kyai yang mengatakan berdua sepakat mengeluarkan saya, apakah benar demikian, beberapa teman mengatakan "bisa jadi ada kongkalikong antara mereka untuk menjatuhkan antum, beliau2 ini sering kali di depan kita bermuka manis, tapi saat berada di belakang tukak-tukak kita dikasih tahu ke orang lain", munafik namanya. Pukul 12.30 siang kamis saya hubungi Abi muslih, saya diminta tetap berada di situ, tenang sampai ada kabar lanjutan dari beliau, tapi sayang , sampai hari kamis tanggal 20 februari tidak ada pesan atau panggilan telepon apapun terkait pengeluaran saya, yang ada hanya pesan arogan dari sang anak Kyai melalui japri di tanggal 15 februari, setelah saya menyapa sang anak kyai, saya doakan beliau ini, saya ingatkan hadits Rasulullah لا يهجر المسلم أخاه فوق ثلاث يعرض هذا و يعرض هذا dan firman Allah, إنما المؤمنون إخوة فأصلحوا بين أخويكم ، dan إنما يريد الشيطان أن يوقع بينكم العداوة ....entah apa yang merasuki sang anak kyai sehingga di berucap seperti ini :
_"sebenarnya antum salah kasih umpan dalil2 di atas terkait masalah kita, karena menurut saya, saya dan antum tidak ada masalah secara personal, kejadian kemaren antara saya dan antum adalah teguran dan evaluasi seorang atasan terhadap bawahannya, juga nasihat seorang anak kyai terhadap seorang guru yang melakukan khilaf besar di pesantrennya, dan keputusan kami bertiga untuk Meng-off-kan antum sudah kami pikirkan matang-matang, dan ini untuk maslahat pesantren dan KAMI BERTIGA dan sudah bersifat FINAL dan MENGIKAT, insyaallah senin akan antum terima SK Yayasan terkait pemberhentian tugas antum di Cirata yang tenbusannya dewan pembina dan ketua pembina DR Muslih, sekian" . Muhammad_.

Sebenarnya, ada kejanggalan2 dalam pesan ini, sebelumnya sang anak kyai mengatakan kesepakatan itu oleh 2 orang saja, lha ini kok berubah menjadi tiga, sang anak kyai juga bilang di pesan itu SUDAH KAMI PIKIRKAN MATANG2 , padahal jelas nyata dia hanya tersulut emosinya setelah menyadap pembicaraan kami dengan DR. MUSLIH , dan mengatakan pemberhentian saya ini karena hal pribadi, tidak ada yang lain, dan saya juga di hari kamis siang setelah mengontak Abi Muslih , meminta keterangan ustaz Hasbi, beliau mengatakan, _"sebenarnya masalah antara ana dan antum udah selesai, gak ada lagi, saya gak tahu menahu antum bicara apa sama ustaz muhammad tadi ( kamis pagi tgl 13 feb ) kalau antum mau, bisa langsung ke abi muslih aja"_, lebih kurangnya ust. Hasbi berkata demikian, artinya beliau tidak tahu apa-apa.


Belum hilang kebingungan saya, saya utk kesekian kalinya menjadi bertambah bingung dengan dikeluarkannya SK PEMBERHENTIAN SAYA SECARA TIDAK HORMAT di hari senin, saya berharap SK itu diberikan kepada saya oleh sang anak kyai langsung, karena dia mengklaim dirinya sebagai ketua yayasan, tapi rupanya saya dipanggil hati Senin itu menghadap Ust. Hasbi, dan dia yang memberikan SK itu, di dalam SK itu terdapat tandatangan 3 orang : ketua yayasan : ust. Hasbi, sekretaris yayasan : ustz. Fauziyah , bendahara yayasan : ust. Muhammad sang anak kyai . Yang menjadi rancu adalah posisi mereka ini yang masih simpang siur, padahal perkataan sang anak kyai yang mengatakan dia adalah ketua yayasan didengar dan disaksikan oleh 7 orang yang berakal dan lebih memperhatikan aspek maslahat umat insyaallah, ditambah dengan pernyataan ust. Hasbi yang mengatakan ''tidak tahu apa2'' . Tapi kenapa ada tandatangan beliau ini di SK itu ? Siapa yang berbohong sebenarnya ? Apakah mereka bersatu untuk melawan saya ? Memang sebahaya apa saya ini ( Abu Khalid ) untuk mereka ? Mereka paling tidak bersekongkol untuk mengeluarkan saya, bahkan di antara teman kerja kita ada yang mengingatkan saya , _"ustaz Abu , sekalipun mereka musuhan, tapi kalo mereka diserang mereka akan bersatu melawan, musuhnya musuhku adalah sahabatku"_. Yang perlu saya kritisi juga adalah alasan pemberhentian saya , sangat jauh panggang dari api, tidak sesuai fakta, 3 alasan itu adalah :

1. Temuan di lapangan terhadap attitude yang kurang mencerminkan azas falsafah pesantren yaitu azas dan bekerja sama dalam tim.

2. Sering mempengaruhi guru2 yang lain dan berdampak terhadap kinerja tim di pesantren.

3. Membuat gaduh suasana kerja tim dan merusak harmonisasi antara yayasan dan guru-guru.

Sebelum saya keluar ruangan di hari senin itu, pukul 16.15 kurang lebih, saya berpesan kepada pasangan ust. Hasbi dan ustz. Fauziyah : _jangan gara2 antum mau mempertahankan kursi dan jabatan, antum jadikan orang lain sebagai tumbal, atau korbannya, seolah dia pendosa besar yang tak terampuni, PR besar kita adalah berlaku inshaf ( adil ) baik dalam perkataan maupun perbuatan , sekalipun dalam keadaan terpojokkan_ . Saya lihat mereka berdua lebih banyak saling menatap satu sama lain, kebingungan, bertanya2 , malu , entahlah ? . Saya ingatkan mereka juga dengan firman Allah taala :
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم . إن تصبك حسنة تسؤهم و إن تصبك مصيبة يقولوا قد أخذنا أمرنا من قبل و يتولوا و هم فرحون ، قل لن يصيبنا إلا ما كتب الله لنا هو مولانا و على الله فليتوكل المؤمنون ، قل هل تربصون بنا إلا إحدى الحسنيين، و نحن نتربص بكم أن يصيبكم الله بعذاب من عنده أو بأيدينا فتربصوا ، إنا معكم متربصون..

Hari selasa 18 februari , saya menjapri ustaz Muhammad kita, saya bilang ada pesan untuk akh ust. Muhammad dari saya, beliaupun menyanggupi pertemuan kami berdua bertempat di kantor yayasan ruangan bendahara, ruangan sang anak kyai,. Itu terjadi di pukul 10:10 , sebelum saya tiba di kantor yayasan , saya bertemu Ustazuna Dadan, dan al akh Erwin, saya menyapa mereka dan mereka bertanya ada keperluan apa, saya bilang saya mau bertemu ustaz muhammad,Ustazuna dadan menawarkan diri untuk menemani saya, saya bilang , ustaz antum cukup di luar ruangan, dengarkan saja apa pembicaraan kita , supaya ada saksi, saya lalu masuk kantor , di kantor hanya ada ust. Muhammad dan ustazah Dewi, masing2 di ruangannya, saya izin masuk ruangan ustaz Muhammad, saya duduk menghadap beliau , saya katakan hal2 yang menurut saya itu bagian dari ketidakkonsistenan ucapan2 beliau ini, kontradiktif, ustaz muhammad mengatakan, sekarang waktu buat antum, silahkan ngomong saya tidak mau berkomentar apa2 , urusan saya sama antum udah selesai...saya pun melanjutkan pembicaraan saya dengan beliau, ketika saya menyinggung soal 'atasan-bawahan', saya katakan, saya tidak sedang merasa bawahan antum, saya dan antum sama2 diberi amanah oleh Allah di posisinya masing2 , saya mengutip ayat : و تلك الأيام نداولها بين الناس ، saya juga menyinggung pemakaian kata 'anak Kyai' yang ada di pesan beliau setelah saya salami dan sapa di hari sabtu tanggal 15 feb, Saya bilang ke sang anak kyai, antum itu dalam penilaian saya arogan akhi , sombong, antum membanggakan kebesaran dan ketenaran Abi antum...bla..bla.., tidak terima dengan ucapan saya, dia malah memotong pembicaraan saya sambil menyodorkan 3 buah amplop , dan menyuruh saya keluar, saya mengingatkan perkataannya sendiri yang mengatakan jika ini waktu saya, dan dia tidak mau mengomentari apa2, saya katakan lagi, saya belum selesai bicara , tolong dengarkan dulu, jangan potong saya , tapi sang anak kyai tidak terima , dia berdiri, sambil menunjuk ke arah pintu , sambil mengatakan : antum keluar !! Dengan berteriak, saya yang hanya manusia biasa, tidak terima diperlakukan seperti itu, saya juga ikut berdiri dan menunjuk ke arah sang anak kyai, saya katakan sambil berteriak, antum ini arogan dan sombong, saya tidak sedang ingin mengambil amplop, kedatangan saya murni menasehati antum, tapi sang anak kyai tetap tidak terima itu dan membuka pintunya lebar2 memaksa saya keluar, saya berdiri dan membalikkan badan ke arah sut. Muhammad, saya katakan : antun duduk dulu, saya belum selesai ngasih pesan ke antum, duduk ! , sang anak kyai membalas dengan ucapan : keluar !, saat itu ada ustazuna Dadan yang melerai adu mulut kita, saya menghampiri ustaz dadan dan mengatakan : ustaz dadan ,Allah lalu antum jadi saksi kejadian ini, saya wa ni orang utk saya kasih pesan2 dan saya datang murni karena ingin menasehati beliau ini, nasehat seorang akh utk akhnya ,tapi saya malah di kasih 3 amplop, saya tunjukkan amplop2 itu ke beliau, lalu amplop2 itu saya lempar sedikit ke arah meja beliau, ambil ini, saya gak butuh ini !!!. Tidak berselang lama, sang anak kyai mendatangi ibu dapur dan memerintahkan ibu dapur untuk tidak memberi jatah malam kami sekeluarga, seraya mengatakan, : _"bu, rumah yang di samping ustaz sufriadi jangan dikasih nasi lagi, sudah saya pecat dia, masih betah aja dia di sini!"_.

Demikian klarifikasi ini saya tulis, ini tulisan saya yang paling panjang di WA, semoga saya tidak salah niat dalam penulisan kronologi pengeluaran saya, saya rasa masih ada secercah harapan utk masa depan baitul quran cirata walau terdapat intrik di tubuh yayasannya, dikelola oleh anak2 dan mantu2 Kyai Muslih حفظه الله تعالى.... Masalahnya bukan siapa yang menjalankan pesantren itu, tapi dg. Cara apa pesantren itu dikelola, hilangkan perasaan 'paling' dalam pengelolaan pesantren itu, mau menampung kritik dan saran yang disampaikan, harus terbuka, tidak mengedepankan arogansi, egoisme, kecintaaan terhadap dunia yang sementara, jika tidak mampu mengemban amanah , dan mengampu pekerjaan2 yayasan dan pesantren, baiknya mundur, tahu diri akan membawa kepada jalan keselamatan.

Saya kasihan dengan sosok yang saya segani selama ini, al walid DR. MUSLIH ABDUL KARIM, beliau tetap kita sayangi dan hormati, kebaikan beliau jangan ditanya, tapi menurut hemat saya, beliau sedang dimanfaatkan oleh bebarapa anak2 beliau, yang bersandar kepada beliau, berlindung di balik kebesaran dan kesohoran beliau, padahal Abi Muslih hanya manusia biasa, yang bisa saja salah dan keliru, dan bisa saja didikte oleh orang lain, bahkan dari orang yang derajatnya lebih rendah dari beliau, tapi itu insyaallah tidak mengurangi takzim kita kepada beliau selaku syaikh dan sentrak figur kita, semoga Allah beri hidayah kita semua, Allah buang jauh2 sifat sombong dan angkuh dalam hati kita, dan itu sangat mudah bagi Allah, karena Ia adalah Tuhan hati-hati kita semua..

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله

Jumat 27 jumadal akhirah 1441 H/21 februari 2020, Desa Margorejo, Kota Bumi , Lampung Utara

و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته