KPUM STAIS MAJENANG MENEGAKAN SISTEM MINIATUR NEGARA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


SAMBUTAN
KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM MAHASISWA, SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN TSAURI MAJENANG CILACAP.

Assalamu'alaikum wr. Wb

Salam sejahtera untuk kita semua
Segala puji syukur kehadirat Alloh SWT, Tuhan YME, Yang selalu Memberikan kesehatan kepada kita semua.
Yang saya hormati Untuk Semua Guru intelektual STAI Sufyan Tsauri majenang tak terkecuali dan seluruh mahasiswa Mahasiswi STAIS Majenang yang saya tunggu tunggu partisipasi, Sumbangsih Sebagai Perwujudan Rasa cinta dan kasih layaknya Mahkluk yang Bernama manusia.

Minimnya paradikma kritis transrofmatif di kampus kita merupakan kegelisahan tersendiri apakah paradikma kritis tranformatif mungkin terjadi lagi.
Padahal keyakinan untuk menciptakan perubahan itu justru di harapkan lewat gerakan, kemauan, kesabaran dan kemanusiaan.

Kini mahasiswa stais majenang mulai sedikit tumbuh rasa kemauan itu pun juga hanya sebagian dari seluru jumlah mahasiswa stais majenang yang mau aktif di dunia orgama.

Bagi saya sebuah hal yang mustahil kerangka kerja refvolusioner  itu akan tercipta tanpa adanya sebuah paradigma kritis transpormtif yang masif dan tradisi dialektis yang tertuang dalam narasi civitas academik yang sistematik.

Apresiasi dan ucapan terimakasih yang sebesar besarnyaa saya sampaikan kepada seluruh civitas academika yang telah meberikan kontribusi dalam bentuk pikiran, tenaga maupun harta.

Salah satu ujung tombak keberhsilan pemilwa berkualitas, berintegritas ada di tangan seluruh mahasiswa STAIS Majenanh, Tetaplah bersikap layaknya makhluk yang bernama manusia, yg mepunyai sifat tawassut,  tasamuh,  tawazun dan ta'
adul, Karena masa depan dari Orgama ada di tangan seluruh mahasiswa STAIS Majenang,

semoga pengabdian serta komitmen kita dalam mengikuti orgama di kampus sebagai perwujudan cinta dan kasih manusia kepada sang pencipta
Akhir kata saya atas nama ketua komisi pemilihan umum mahasiswa STAIS Majenang mengucapkan selamat untuk belajar berdemokrasi.

Wallahul muwafiq Ila akwamit toriq
Wassallamualaikum Wr. Wb.

1. TUJUAN PEMILWA

Hampir seluruh mahasiswa di indonesia menginginkan kampus maju mempunyai peradaban intelektual yang luas dan terpapar sebagai ajang menggalih dan mengembangkan ilmun untuk di terapkan Semua itu hanya bisa di dapatkan ketiaka mahsiswa mempunyai kemauan, kesabaran dan kemanusiaan,  jika mahasiswa sudah memahami 3 pokok tersebut Pertanyaanya adalah Apakah seluruh mahasiswa STAIS Majenang sudah mampu mengusung sekian mandat orgama yang di embanya.

27Mei 2019   dimana Kampus tercinta kita Mengadakan Pemilwa dengan asas Demokrasi.

Pemilwa Tahun 2019 khususnya di kampus STAIS Majenang berbeda dengan pemilwa pada tahun tahun sebelumnya di mana pada tahun ini mengacu kepapada hasil KONGRES KELUARGA BESAR MAHASISWA STAIS (KKBMS/KBMS) Majenang, yang di sepakati dan si sahkan oleh seluruh anggota KKBMS STAIS Majenang, Setiap mahasiswa yang mempunyai jiwa kepemimpinan dan ke inginan mencalonkan diri sebagai presiden Mahasiswa dan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa wajib hukumnya mempunyai partai mahasisawa

Berbicara demokrasi, maka inti dari penyelenggaraan pemerintahan adalahdari, oleh dan untuk rakyat. Sebagaimana konsep tadi, demokrasi merupakan ruang partisipasi publik yang secara aktif menerima ide-ide ataupun aspirasi dalam usaha mewujudkan kontrol dan sistem pemerintahan kampus yang baik (good governance). Konsep tadi, merupakan sebuah grand design yang hingga saat ini coba dan telah diikhtiarkan oleh mahasiswa STAIS Majenang dalam rangka menjalankan sistem pemerintahan mahasiswa.

Dalam praktiknya, maka kita mengenal Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) sebagai bentuk perwakilan yang mewakili dari tiap kelompok atau organisasi dan dipilih melalui mekanisme pemilihan umum mahasiawa (pemilwa). Dalam pemilwa ini pula seorang presiden dalam ranah eksekutif (BEM) dipilih secara langsung sebagai bentuk partisipsi dan aktualisasi dalam berdemokrasi bagi masyarakat (mahasiswa).

Lebih lanjut, dalam mekanisme pemilwa kita mengenal sistem kepartaian yang notabene adalah sarana kontestasi yang me-representasikan mahasiswa dalam beragam faksi, ideologi dan kepentingan-kepentingan temporer, serta merupakan sarana pendidikan politik praktis dalam berdemokrasi. Partai mahasiswa, mempunyai beragam peranan fungsi ditilik dari keberjalanannya. Mulai dari kaderisasi, advokasi, pendanaan, persuasi dan terutama pada market-isasi isu dan tawaran solusi pada sebuah perubahan. Fleksibilitas peran semacam inilah yang pada akhirnya mengantarkan sebuah partai mahasiswa pada elektabilitas pemilih yang besar. Seperti kita ketahui, di pimilwa kali ini KPUM STAIS Majenang dengan jargon “satu hari untuk satu tahun stais yang gemilang ” ini, kita mempunyai beberapa partai mahasiswa yang diantaranya ;
Partai Sahabat,
Partai Kebangkitan Mahasiswa (PKM),
Partai Mahasiswa Bersatu(PMB).

Namun, selama keberjalanan pemilwa dari tahun ke tahun ada sebuah fenomena dimana partisipan hanya berkisar kurang dari 50% dari total jumlah mahasiswa STAIS, yang berarti angka tadi adalah akumulasi dari partisipan seluruh partai peserta pemilwa. Data terakhir menunjukkan partisipan pemilu kemarin hanya sejumlah kurang dari 200 mahasiswa. Ada sebuah fakta yang menimbulkan pertanyaan “ada apa dengan pemilwa mahasiswa yang berciri khas putih-hitam ini dalaqm berdemokrasinya?” jumlah 400-an mahasiswa merupakan gambaraan demografi yang relatif besar jika kita bandingkan dengan kampus tetngga kita.

Maka, ada hal menarik yang secara cerdas dan khusus perlu kita telaah pada permasalahan Mahasiswa, terutama kondisi kepartaian di kampus kita yang secara langsung adalah salah satu unsur utama sukses tidaknya pemilwa bagi mahasiswa digelar.
Perlu adanya koreksi demi sebuah perbaikan dalam realitas berdemokrasi, sudah sampai sejauh manakah partai dalam menjalankan peranan fungsi.

2. NILAI NILAI

Demokrasi di tingkatan perguruan tinggi khusunya di STAIS Majenang dapat diartikan sebagai pelaksanaan seluruh kegiatan yang sesuai dengan nilai-nilai demokrasi yang di atur dalam KONGRES KELUARGA BESAR MAHASISWA STAIS (KKBMS) . Penerapan nilai demokrasi kampus juga menjadi titik pencapaian sebuah keadaban perilaku masyarakat civitas acakademik di dalamnya.

Beberapa nilai yang terdapat dalam demokrasi, yaitu

a. menyelesaikan persoalan secara.  melembaga,

b. menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah,

c. menyelenggarakan pergantian pemimpin secara teratur,

d. membatasi pemakaian kekerasan sampai taraf minimum,

e. mengakui serta menganggap wajar adanya keanekaragaman,

f. menjamin tegaknya hukum dan keadilan

Menjamin keberlangsungan demokrasi kampus menjadi tugas dan tanggung jawab bersama antar semua komponen, dosen, karyawan, pejabat struktural, dan mahasiswa sendiri. Berbagai aturan yang dibuat melalui KONGRES KELUARGA BESAR MHASISWA STAIS (KKBMS) Majenang , apakah menyangkut Pemira mahasiswa ataukah tata aturan yang lain menjadi estafet berlangsungnya hajat tahunan mahasiswa.

Dalam aturan (KKBMS) tertulis tentang keberadaan Tim Independen (tidak memiliki Partai) Minimal 10 % mengumpulkan Foto Copy Kartu Mahasiswa(KTM) FungsinyaSebagai Persaratan utama bagi yang tidak di usung oleh paratai mahasiswa, tugas pertama yang dibuat adalah membuat aturan teknis pelaksanaan pemilihan umum.

Baik aturan yang lahir melalui (KKBMS) maupun KPUM tentu saja yang menjadi cikal bakal keberlangsungan proses demokrasi mahasiswa. Berbagai aturan yang lahir atas komitmen dan kesepakatan bersama tersebut mestinya ditaati, dilaksanakan, bahkan menjadi ajang penyadaran akan pentingnya keberagamaan, perbedaan, dan hasil keputusan.

Majenang 1 Juli 2019. Junaedi Martofani (Ketua KPUM STAIS Majenang)